Selasa, 20 September 2011

profesi kependidikan

RESUME PROFESI KEPENDIDIKAN
Peranan Guru Dalam Bimbingan
Dan
Koseling

A. Pengertian Bimbingan dan Konseling

Bimbingan dan konseling merupakan dua istilah yang sering dirangkaikan bagaikan kata majemuk.
Untuk memperjelas pengertian kedua istilah tersebut, berikut ini di kemukakan pengertian bimbingan dan pengertian konseling.

1. Pengertian

Banyak ahli berusaha merumuskan pengertian bimbingan dan konseling. Untuk lebih jelasnya berikut ini dikemukakan beberapa rumusan tentang istilah bimbingan.
Menurut Jones (1963), bahwa tugas bimbingan hanyalah membantu agar individu yang di bimbing mampu membantu dirinya sendiri, sedangkan keputusan terakhir tergantung kepada individu yang di bombing.
Menurut Rocman Natawidjaja (1978), bahwa bimbingan adalah proses pemberian bantuan kepada individu yang dilakukan secara berkesinambung, supaya individu tersebut dapat memahami dirinya sehingga ia sanggup mengarahkan diri dan dapat bertindak wajar sesuai dengan tuntutan dan keadaan keluarga serta masyarakat.
Menurut Bimo Walgito (1982), Bimbingan adalah bantuan atau pertolongan yang diberikan kepadaindividu atu sekumpulan individu-individu dalam menghindari atu mengatsi kesulitan-kesulitn didalam kehidupannya, agr individu atau sekumpulan individu-individu itu dapat mencpai kesjhteran hdupnya.



Hal 1
2. Pengertian Konseling

Istilah konseling di artikan sebagai penyuluhan.
Banyak para ahli yang memberikan makna tentang konseling, yaitu di antaranya :
• Menurut James P. Adam (1976)
• Menurut bimo Walgito (1982)

Cirri-ciri dari beberapa pendapat tersebut adalah sebagai berikut:
a. Pada umumnya dilaksanakan secara individual.
b. Pada umumnya dilakukan dalam suatu perjumpaan tatap muka.
c. Untuk pelaksanaan konseling di butuhkan orang ahli.
d. Tujuan pembicaraan dalam proses konseling ini diarahkan untuk memecahkan masalah yang dihadapi klien.
e. Individu menerima layanan (klien) akhirnya mampu memecahlan masalahnya dengan kemampuannya sendiri.

B. Peranan Bimbingan dan Konseling dalam
Pendidikan di Sekolah

Bila tujuan pendidikan pada akhirnya adlah pembentukan manusia yang utuh, maka proses pendidikan harus dapat membantu siswa mencapai kematangan emosional dan social, sebagai individu dan anggota masyarakat selain mengembangkan kemampuan inteleknya.

C. Tujuan Bimbingan di Sekolah

Dalam kurikulum SMA tahun 1975 Buku III C dinyatakan bahwa tujuan bimbingan disekolah adalah membantu siswa :
1. Mengatasi kesulitan dalam belajarnya, sehingga memperoleh prestasi belajar yang tinggi.
2. Mengatasi terjadinya kebiasaan-kebiasaan yang tidak baik yang dilakukannya pada saat proses belajar-mengajar berlangsung dan dalam hubungan social.
3. Mengatasi kesulitan-kesulitan yang berkaitan dengan kesehatan jasmani.
4. Mengatasi kesulitan-kesulitan yang berhubungan dengan perencanaan dan penilihan jenis pekerjaan setelah mereka tamat.
5. Mengatasi kesulitan yang berhubungan dengan masalah social-emosional disekolah yang bersumber dari sikap murid yang bersangkutan terhadap dirinya sendiri,keluarga, lingkungan sekolah, dan yang lebih luas.

D. Peranan Bimbingan dan Konseling dalm
Pembelajaran Siswa

1. Bimbingan Belajar
2. Bimbingan Sosial
3. Bimbingan dalam Mengatasi Masalah-Masalah
Pribadi

E. Landasan Bimbingan dan Konseling
Pemberian layanan bimbingan dan konseling pada hakikatnya selalu didasarkan atas landasan-landasan utama atau prinsip- prinsip dasar.


F. Prinsip-Prinsip Operasional Bimbingan Dan
Konseling di sekolah.

Prinsip-prinsip yang dimaksud ialah landasan teoritis yang mendasari pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling, agar layanan tersebut dapat lebih terarah dan berlangsung dengan baik. Dimana sebagai prinsip-prinsipnya adalah sebagai berikut:
1. Prisip-Prinsip Umum
2. Prinsip-Prinsip yang Berhubungan dengan Individu yang Dibimbing
3. Prinsip-Prinsip khusus yang berhubungan dengan individu yang memberikan bimbingan.
4. Prinsip-Prinsip Khusus yang Berhubungan denag Organisasi dan Administrasi Bimbingan

G. Asas-Asas Bimbingan dan Konseling

Asas adalah segala hal yang harus dipenuhi dalam melaksanakan suatu kegiatan, agar kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik serta mendapatkan hasil yang memuaskan.
Dalam kegiatan/ layanan bimbingan dan konseling menurut Priyotno ( 1982) ada beberapa asas yang di perhatikan yaitu :
1. Asas Kerahasiaan
2. Asas keterbukaan
3. Asas Kesukarelaan
4. Asas Kekikinia
5. Asas Kegiatan
6. Asas Kedinamisan
7. Asas Keterpaduan
8. Asas Kenormatifan
9. Asas Keahlian
10. Asas Alih Tangan
11. Asas Tut Wuri Handayani

H. Orientasi Layanan Bimbingan Dan Konseling

Layanan bimbingan dan konseling perlu memiliki orientasi tertentu. Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan dan konseling hendaknya menekankan pada: (a) Orientasi Individual, (b) orientasi perkembangan siswa , (c) orientasi permasalahan yang dihadapi siswa.

fungsi ctrl

Fungsi Ctrl Pada Keyboard/ Papan Ketik
CTRL + A fungsi memblok keseluruhan teks
CTRL + B fungsi menebalkan teks
CTRL + C fungsi meng Copy teks
CTRL + D fungsi membuka menu/kotak dialog Font
CTRL + E fungsi rata tengah teks
CTRL + F fungsi membuka menu/kotak dialog Find and Replace (Pencarian kata (find))
CTRL + G fungsi membuka menu/kotak dialog Find and Replace (tab Go To)
CTRL + H fungsi membuka menu/kotak dialog Find and Replace (tab Replace)
CTRL + I fungsi membuat teks menjadi miring
CTRL + J fungsi rata kanan – kiri pada teks
CTRL + K fungsi membuka menu/kotak dialog Insert Hyperlink
CTRL + L fungsi rata kiri pada teks
CTRL + M fungsi menggeser First Line Indent dan Left Tab pada mistar dokumen
CTRL + N fungsi membuka dokumen baru
CTRL + O fungsi membuka menu/kotak dialog Open
CTRL + P fungsi membuka menu/kotak dialog Print
CTRL + Q fungsi menghilangkan nomor urut
CTRL + R fungsi membuat teks menjadi rata kanan
CTRL + S fungsi menyimpan dokumen
CTRL + T fungsi menggeser Left Tab pada mistar dokumen
CTRL + U fungsi menggarisbawahi teks
CTRL + V fungsi menampilkan hasil teks yang sudah di Copy
CTRL + W fungsi menyimpan dan langsung menutup program ms. Office yang di pakai
CTRL + X fungsi menghapus teks (teks terlebih dahulu di blok)
CTRL + Y dan Z fungsi mengulang kembali tulisan
Ctrl + 1 = Single Spacing
Ctrl + 2 = Double Spacing
Ctrl + 5 = 1,5 lines
Ctrl + Esc = Start Menu

naskah sinematografi

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kepada ALLAH SWT karena berkat dan taufiknya makalah tentang strategi proses pendidikan ini dapat diselesaikan dengan sebaik mungkin. Makalah ini di harapkan dapat di manfaatkan sebagai sumber belajar untuk mata kuliah strategi pembelajaran.
Makalah ini dapat di jadikan pegangan mahasiswa/ mahasiswi dalam mengikuti pelajaran Strategi pembelajaran. Penulis berusaha menyajikan bahasa yang sederhana dan mudah di mengerti oleh para pembaca untuk menambah pengetahuan dan bagaimana cara menerapkan strategi pembelajaran yang baik. Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada Dosen mata kuliah Strategi Pembelajaran yang telah menyumbang sarannya untuk menyelesaikan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari sempurna oleh karena itu, kami menerima kritik dan saran yang positif dari rekan-rekan pembaca untuk menyempurnakan pada bagian-bagian berikutnya. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua”Amin”.



Baturaja, November 2011

Penulis





DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………i
DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………….ii

BAB 1 PENDAHULUAN
a. Latar belakang………………………………………………………………………….
b. Tujuan…………………………………………………………………………………
c. Rumusan masalah………………………………………………………………..


BAB 11 PEMBAHASAN
a. Perlunya standar proses pendidikan …………………………………….
b. Pengertian dari standar proses pendidikan…………………………..
c. Fungsi adanya standar proses pendidikan …………………………
d. Keterkaitan standar proses pendidikan dengan standar lainnya…….


BAB 111 PENUTUP
Kesimpulan……………………………………………………………………..
Saran…………………………………………………………………………………




















STANDAR PROSES PENDIDIKAN

A. PENDAHULUAN


1. Latar Belakang
Pada masa modern ini dalam menerapkan/ menyampaikan materi dari guru ke anak muridnya kadang-kadang masih kurang efisien, maka untuk itu seorang guru harus memahami apa itu standar proses pendidikan.
Guru dalam mengimplementasikan SPP mempunyai peran yang sangat penting . Hal ini di sebabkan keberhasilan implementasi standar proses pendidikan itu sangat di tentukan oleh kemampuan guru, sebab guru merupakan orang pertama yang berhubungan dengan pelaksanaan program pendidikan. Oleh karena itu dalam implementasikan SPP guru perlu memahami sekurangnya tiga hal; pertama, pemahaman dalam perencanaan program pendidikan.Kedua, pemahaman pengelolah pembelajaran dan yang ke tiga, pemahaman tentang evaluasi.


2. Tujuan
Makalah ini dibuat dengan dasar untuk tugas pelajaran Strategi Pembelajaran dan untuk pemahaman bagi para pembaca khususnya bagi mahasiswa yang mengikuti pelajaran strategi pembelajaran. Kemudian bagi calon seorang guru dapat di jadikan pegangan untuk pemahaman cara mengajar dengan baik dan efesien.
Tujuan makalah ini di buat agar nanti anak didik nantinya dapat menangkap pengetahuan lebih baik dengan di pakainya beberapa macam strategi yang diterapkan oleh guru.
3. Rumusan Masalah
a. Perlunya standar proses pendidikan?
b. Pengertian dari standar proses pendidikan?
c. Fungsi adanya standar proses pendidikan?
d. Apa saja fungsi standar proses pendidikan bagi guru?
e. Adanya keterkaitan proses pendidikan dengan standar lainnya?
B.PEMBAHASAN

1. Perlunya standar proses pendidikan

Salah satu yang di hadapi didunia pendidikan kita adalah masalah lemahnya proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran anak di dorong untuk mengembangkan kemampuan berfikir. Proses pembelajaran di dalam kelas kepada kemampuan anak untuk menghafal informasi tanpa dituntut untuk memahami informasi yang diingatnya untuk menghubungkan dengan kehidupan sehari-hari. Akibatnya, ketika anak didik kita lulus dari sekolah mereka pintar secara teoritis tetapi mereka miskin aplikasi.
Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik aktif mengembangkan potensi dirinya, kepribadian, kecerdasan, ahlak mulia serta ketermpilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.
Terdapat beberapa hal yang sangat penting untuk kita kritisi dari konsep pendidikan menurut undang-undang diatas. Pertama, pendidikan adalah usaha sadar terencana, Hal ini berarti proses pendidikan disekolah bukanlah proses yang dilaksanakan secara asal-asalan dan untung-untungan, akan tetapi proses yang bertujuan sehingga segala sesuatu yang dilakukan guru dan siswa diarahkan pada pencapaian tujuan.
Kedua, proses pendidikan yang terencana itu diarahkan untuk mewujudkan suasana belajar dan bembelajaran, Hal ini berarti pendidikan tidak boleh mengesampingkan proses belajar . Pendidikan tidak semata-mata berusaha mencapai hasil belajar, akan tetapi bagaimana hasil atau proses belajar yang terjadi pada anak didik. Dengan demikian dalam pendidikan antara proses dan hasil belajar secara seimbang. Pendidikan yang hanya mementingkan salah satu diantaranya tidak akan membentuk manusia yang berkembang secara utuh.
Ketiga, suasana belajar dan pembelajaran itu diarahkan agar peserta didik dapat mengembangkan peserta didiknya, ini berarti proses pendidikan itu berorientasi kepada siswa. Dengan demikian, anak harus di pandang sebagai organisme yang sedang berkembang dan mamiliki pendidikan adalah mengembangkan potensi yang dimiliki anak didik, bukan dijejalkan materi pelajaran atau memaksa anak agar menghapal data dan fakta.
Keempat, akhir dari proses pendidikan adalah kemampuan anak memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, ahklak mulia serta
Dasar hukum yang mengatur standar proses pendidikan terdapat dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi. Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang memuat identitas mata pelajaran, standar kompetensi (SK), kompetensi dasar (KD), indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembelajaran.

2. Pengertian standar proses pendidikan

Standar proses pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kopetensi lulusan. Dari pengertian diatas, ada beberapa hal yang perlu di garis bawahi: Pertama, standar proses pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berarti stndar proses pendidikan di maksud berlaku untuk setiap lembaga formal pada jenjang pendidikan tertentu dimanapun lembaga pendidikan itu berada secara nasional.
Kedua, standar proses pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembeljaranyang berisi tentang bagaimana seharusnya proses pembelajaran berlangsung. Dengan demikian, standar proses pendidikan di maksud dapat dijadikan pedoman bagi guru dalam pengelolaan pembelajaran.
Ketiga, standar proses pendidikan diarahkan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. Dengan demikian standar kopetensi lulusan merupakan sumber atau rujukan utama dalam menentukan standar proses pendidikan. Karena itu, sebenarnya standar proses pendidikan biasa dirumuskan dan diterapkan manakalah telah tersususun standar kopetensi lulusan.
3. Fungsi proses pendidikan

Secara umum standar pendidikan(SPP) sebagai standar minimal tang harus dilakukan memiliki fungsi sebagai pengendali proses pendidikan untuk memperoleh kualitas hasil dalam proses pendidikan.

a. Fungsi SPP dalam rangka mencapai standar kopetensi yang harus di capai

Proses pendidikan berfungsi sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan, yakni kompetisi yang harus dicapai dalam ikhtiar pendidikan. Bagaimanapun bagus dan idealnya suatu rumusan kompetisi pada akhirnya keberhasilannya sangat bergantung pada pelaksanaan proses pembelajaran yang di lakukan oleh guru. Berkaitan dengan hal itu, SPP berfungsi sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan serta program yang harus dilakukan oleh guru dan siswa dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan tersebut.

b. Fungsi SPP bagi guru

Untuk mencapai tujuan pendidikan, yakni standar kompetisi yang harus dimiliki oleh siswa, guru sebagai ujung tombak pelaksanaan pendidikan di lapangan sangat menentukan keberhasilannya. Bagaimanapun idealnya suatu kurikulum tanpa diikuti kemampuan guru dalam mengimplementasikan dalam kegiatan proses pendidikan, maka kurikulum itu tidak akan memiliki makna.

c. Fungsi SPP bagi Kepala Sekolah


Kepala Sekolah adalah orang yang secara sruktural bertanggung jawab dalam pengendalian mutu pendidikan secara lansung. Dengan demikian bagi kepala sekolah SPP berfungsi sebagai:

1. Sebagai barometer atau mengukur program pendidikan disekolah yang di pimpinnya. Kepala sekolah dituntut untuk mengusai dan mengontrol apakah kegiatan proses pendidikan yang dilaksanakan berpijak kepada standar proses yang telah ditentukan atau tidak.
2. Sebagai sumber utama dalam merumuskan berbagai kebijakan sekolah khususnya dalam menentukan dan mengusahakan ketersediaan berbagai keperluan sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk menunjang keberhasilan proses pendidikan.



d. Fungsi SPP bagi para pengawas (Supervisor)


Bagi para pengawas, SPP berfungsi sebagai pedoman, patokan atau ukuran dalam menetapkan bagian mana yang perlu disempurnakan atau diperbaiki oleh setuap guru dalam pengelolaan proses pembelajaran. Dengan demikian para pengawas perlu mengawasi dengan benar hakikat SPP.

e. Fungsi SPP bagi Dewan Sekolah dan Dewan Pendidikan


Fungsi utama Dewan sekolah dan Dewan Pendidikan adalah fungsi pengamatan dan perencananaan. Melalaui pemahaman SPP , maka lembaga ini dapat melaksanakan fungsinya dalam:


1. Menyusun program dan memberikan bantuan khususnya yang berhubungan dengan penyediaan sarana dan prasarana yang diperlukan oleh sekolah atau guru untuk mengelola proses pembelajaran yang sesuai dengan standar minimal.
2. Memberikan saran-saran, usul, atau ide kepada sekolah, khususnya guru dalam pengelolaan proses pembelajaran yang sesuai dengan standar minimal.
3. Melaksanakan pengawasan terhadap jalannya proses pembelajaran khususnya yang dilakukan para guru.




4. Keterkaitan standar proses pendidikan dengan standar lainnya

Dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 19 Tahun 2005 tentang standar proses Pendidikan Nasional dikatakan bahwa standar nasional pendidikan adalah kretiria minimal tentang system pendidik dan diseluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia ( PP NO. 19 Tahun 2005 Bab 1 Pasal 1 Ayat 1 ). Selanjutnya, selain standar proses pendidikan dan tenaga kependidikan ada beberapa standar lainnya yang ditetapkan dalam standar nasional itu, yaitu standar kopetensi lulusan, standar isi, standar pendidik dan kependidikan, stndar sarana prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, damn standar penilaian.
Standar kopetensi lulusan (SKL) menurut PP NO. 19 Tahun 2005 Ayat 4 adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Standar kpmpetensi lulusan meliputi semua jenjang pendidikan, pleh karena itu ada standar kompetensi lulusan untuk jenjang SD/ MI, SMO/MTS, SMA/MA dan SKL untuk SMK/MAK, SKL.

Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kopetensi yang dituangkan kedalam kreteria tentang kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian, kompetensi mata pelajaran yang harusdi penuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu (PP NO. 19 Tahun 2005 Bab 1 Pasal 1 Ayat 5).
Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan ( PP. 18 Tahun 2005 Bab 1 Pasal 1 Ayat 6). Melalui standar inilah setiap satuan pendidikan diatur bagaimana seharusnya proses pendidikan itu berlangsung. Dengan demikian, standar proses dapat dijadikan pedoman bagi guru dalam melaksanakan tugasnya mengajar.Standar pendidik dan tenaga pendidikan adalah kreteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental, serta pendidikan dalam jabatan (PP NO.19 TAHUN 2005 Bab 1Pasal 1 Ayat 7) . Selanjutnya pendidikan akan menentukan kualifikasi setiap guru sebagai tenaga professional yang dapat menunjang keberhasilan pencapai tujuan pendidikan.
Standar sarana dan prasarana adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan kreteria minimal tentang ruang belajar, tempat berolahraga tempat ibadah, perpustakan, labolatorium, bengkel bekerja, tempat bermain, tempat berkreasi, serta sumber belajar lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran, termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (PP NO. 19 Tahun 2005 Bab 1 Pasal 1 Ayat 8).
Standar pengelolaan adalah standar nasional pendidikan yang dengan perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan, kabupaten kota, provinsi atau nasional agar tercapai efesiensii dan efektifitas penyelenggaraan pendidikan ( PP No. 19 Tahun 2005 Bab 1 Pasal 1 Ayat 9) .

Standar pembiayaan adalah standar nasional yang mengatur komponen dan besarnya operasai satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun ( 19 Tahun 2005 Bab 1 Pasal 1 Ayat 10).
Standar penilaian adalah standar nasional yang berkaitan dengan mekanisme, prosedur dan instrument penilaian hasil belajar peserta didik ( PP No. 19 Tahun 2005 Bab 1 Pasal 1 Ayat 11). Standar proses pendidikan sebagai standar proses pendidikan sebagai standar pelaksanaan pembelajaran dapat di pengaruhi dan berhubungan dengan standar- standar lainnya.























PENUTUP

KESIMPULAN

Dari pembuatan makalah ini dapat disimpulkan bahwa standar proses pendidikan merupakan standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan untuk mencapai standar kopetensi lulusan.
Kemudian fungsi standar proses pendidikan meliputi:
 Fungsi SPP dalam rangka mencapai standar kompetensi yang harus di capai
 Fungsi SPP bagi Guru
 Fungsi SPP bagi Kepala Sekolah
 Fungsi SPP bagi Para Pengawas (Supervisor)
 Fungsi SPP bagi Dewan Sekolah dan Dewan Pendidikan
Pengawasan Proses Pembelajaran
Pemantauan
1. Pemantauan proses pembelajaran dilakukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran.
2. Pemantauan dilakukan dengan cara diskusi kelompok terfokus, pengamatan, pencatatan, perekaman, wawancara, dan dokumentasi.
3. Kegiatan pemantauan dilaksanakan oleh penyelenggara program, penilik, dan/atau dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan.
Supervisi
1. Supervisi proses pembelajaran dilakukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran.
2. Supervisi pembelajaran diselenggarakan dengan cara pemberian contoh, diskusi, pelatihan, dan konsultasi.
3. Kegiatan supervisi dilakukan oleh penyelenggara program, penilik, dan/atau dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan.


Evaluasi
Evaluasi proses pembelajaran dilakukan untuk menentukan kualitas pembelajaran secara keseluruhan, mencakup tahap perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, dan penilaian hasil pembelajaran.
SARAN
a. Bagi para pembaca mungkin dalam pembuatan makalah ini banyak sekali kekurangan baik dari segi sumber bahan pengetahuan, jadi penulis mohon maaf karena keterbatasan waktu.
b. Mudah-mudahan bagi para pembaca makalah ini bermanfaat khususnya Guru dalam proses belajar mengajar.

naskah sinematografi

NASKAH SINEMATOGRAFI

Mata Acara : forum informasi perternakan
Sasaran / Audience : khalayak umum
Gagasan / Ide : Menjelaskan pada masyarakat tentang cara berternak ayam
Judul : berternak ayam kampung
Tujuan
a. Tujuan Umum : Agar pemirsa dapat mengetahui bagaimana cara beternak ayam yang
baik sehingga menghasilkan ayam yang banyak.
b. Tujuan khusus : 1). Agar pemirsa dapat mengetahui lokasi yang tepat untuk beternak
2). Menumbuhkan minat kepada pemirsa untuk ikut mengembangkan
usaha mikro seperti beternak ayam kampong
3). Agar pemirsa dapat mengetahui bagaimana proses beternak ayam
kampung.
Garis-garis Besar Isi Program (GBIP)
1. Asal-usul ayam kampung.
2. Proses pembuatan kandang untuk ayam.
3. Proses kepengurusan ayam, Pengurusan anak ayam (1 hari – 4 minggu).
4. Proses pemberian pakan, dan mkananya.
5. Cara pencegahan penyakit pada ayam.
6. Bagaimana tingkat pemasaran dari hasil beternak ayam
Sinopsis
Dalam menghadapi krisis ekonomi yang berkepanjangan sekarang ini, dimana persaingan usaha bisnis semakin mengglobalisasi, kita perlu untuk menciptakan suatu peluang usaha yang dapat kita lakukan untuk mengimbangi itu semua, agar kita tidak tertinggal dalam meningkatkan mutu dan kualitas produk ekonomi dalam negeri. Sekarang ini telah ada beberapa usaha mikro yang bergerak dalam pembuatan mebel kayu, meskipun keberadaan mereka tidak terlalu banyak tersebar khususnya di Kab. OKU ini. Oleh karena itu tujuan dari program acara ini adalah untuk mengajak pemirsa dan masyarakat sekalian untuk dapat melihat secara langsung bagaimana proses pembuatan mebel yang telah sering kita gunakan dalam aktivitas kehidupan sehari-hari, dimulai dari pemilihan bahan dasar seperti kayu yang berkualitas dan hal-hal lainnya. Selain itu juga agar pemirsa dapat dapat mengikuti bagaimana dalam memulai suatu usaha mebel kayu,
Format Naskah : Narasi
Treatment :
1. Pembawa acara membuka acara dan memperkenalkan diri dan narasumber kepada pemirsa
2. Narasumber memaparkan materi yang menyangkut tentang beternak ayam
3. Narasumber menjelaskan asal-usul ayam kampung.
4. Narasumber menjelaskan Proses pembuatan kandang untuk ayam.
5. Narasumber menjelaskan kepengurusan ayam, Pengurusan anak ayam (1 hari – 4 minggu).
6. Narasumber menjelaskan Proses pemberian pakan, dan mkananya.
7. Narasumber menjelaskan cara pemberian pakan untuk ayam.
8. Narasumber menjelaskan Cara pencegahan penyakit pada ayam.
7. Narasumber menjelaskan bagaimana tingkat pemasaran dari hasil beternak ayam
9. Narasumber menutup materi.
10. Pembawa acara menyimpulkan materi.
11. Pembawa acara menutup program mata acara.
12. Sebagai penutup dari program ditampilkan caption-caption animasi dengan teks, kerabat kerja dan ucapan terimakasih diiringi sound musik.



Visual Audio Storyboard
In black
Fade in






Zoom in
Cut to..




(musik : in-up-down)

picture
CU1 :
LOGO UNIVERSITAS
BATURAJA




CUT TO……..




(Musik)










Caption

CU 2 :PROGRAM
STUDI TEKNOLOGI
PENDIDIKAN




CUT TO…..






(Musik)

Caption
CU 3 :
MEMPERSEMBAHKAN







CUT TO…..





(Musik)

Visual Audio Storyboard
Caption
CU 4 :
BETERNAK
AYAM KAMPUNG






CUT TO…..







(Musik)





Caption
CU 5 :
PENULIS :
AHMAD SELAMET






Fade Out
CUT TO……








(Musik)



Life:
INT 1 : Di tempat
Berternak ayam
MLS 2 : Pembawa Acara
Kamera diarahkan kearah
Pembawa acara







CUT TO…


“Assalamualaikum Wr.Wb. selamat pagi pemirsa,puji sukur kita panjatkan kepada Allah SWT. Atas rahmat dan karunia-Nya lah kita dapat berjumpa lagi dalam acara forum informasi perternakan. Baiklah pemirsa sekalian kami berharap pemirsa dapat mengikuti acara ini, karena sangat berguna bagi kita semua untuk menambah wawasan kita. Siaran ini kami tujukan buat pemirsa dimanapun anda berada.”








Visual Audio Storyboard


Pembawa Acara
Kamera diarahkan
Kearah
Pembawa acara





CUT TO….



“Para pemirsa sekalian, pada kesempatan kali kami hadir kembali menemani aktivitas anda dalam acara forum infprmasi perternakan. Acara ini diselenggarakan dalam rangka menjelaskan kepada masyarakat tentang asal-usul ayam kampung , Tujuan memelihara ayam kampung, Manfaat apa saja yang dapat yang dirasakan dari setelah beternak ayam, Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam beternak ayam, Kendala apa yang bisa saja dihadapi dalam beternak ayam, serta langkah apa saja yang dapat dilakukan untuk mengatasinya, Bagaiman tingkat pemasaran dari hasil beternak ayam.”






Narasumber
Kamera diarahkan
Ke narasumber






“Selamat pagi pemirsa, pada kesempatan ini saya sebagai narasumber akan menjelaskan dan menyampaikan kepada masyarakat tentang asl-usul ayam kampung, Proses pembuatan kandang untuk ayam, Proses pengurusan




Visual Audio Storyboard









CUT TO… ayam dari bertelur hingga menjadi ayam dewasa, Proses pemberian pakan, dan mkananya, Proses pemberian pakan, dan mkananya, Cara pencegahan penyakit pada ayam, Bagaiman tingkat pemasaran dari hasil beternak ayam.”



Pembawa Acara
Kamera diarahkan
Ke narsumber, kearah ayam.





CUT TO…. “Oke pemirsa, pertama saya akan menjelaskan tentang asal-usul ayam kampung. Berternak ayam kampung telah ada sejak dulu. Mungkin sudah seribu tahun yang lalu, manusia sudah mulai melakukan domestifikasi ayam dari kehidupan liar. Generasi pertama Ayam kampong atau nama sainitifiknya Gallus domesticusad adalah dari keturunan ayam hutan merah (Gallus gallus).



Narasumber
Kamera diarahkan
Kearah narasumber, kearah pembuatan kandang ayam




“Pemirsa dimanpun anda berada, selanjutnya kita lihat dimana kandang yang baik untuk berternak ayam dan bentuk kandangnya, pertama
 Reban diperlukan untuk melindungi daripada cuaca buruk dan gangguan musuh. Boleh dibuat menggunakan ” Sistem Lantai Atas ” atau ” Sistem Lantai Bawah .


Visual Audio Storyboard





CUT TO……









 1 ekor ayam memerlukan 1 kaki persegi. Jika 20 ekor ayam, keluasan lantai ialah 20 ekor kaki persegi. reban seluas 4 kaki x 5 kaki memadai
 kayu hutan, kayu sayung, buluh , dawai mata punai atau pukat
 gunakan peralatan makan/minum yang murah.



Narasumber
Kamera diarahkan
Kearah narasumber,
Kemudian kamera
Diarahkan keProses pengurusan ayam..













“Pemirsa,selanjutnya kita beralih kepengurusan ayam, Pengurusan anak ayam (1 hari – 4 minggu)
 Pastikan anak ayam mendapatkan suntikan pencegahan penyakit
 Beri makanan bermutu dan minuman secukupnya
 Pastikan ada lampu untuk memberi kepanasan sehingga umur 2 minggu”





Narasumber
Kamera diarahkan
Kearah narasumber,
“oke pemirsa selanjutnya saya akan menjelaskan tentang pakan yang diberikan untuk ayam,
 Makanan komersil /dagangan
 Makanan Ayam Permulaan

Visual Audio Storyboard
Kemudian kamera
Diarahkan Proses pemberian pakan, dan mkananya (Layer Starter Mash)
 Makanan Ayam Membesar (Layer Grower Mash/Pellet)
 Makanan Ayam Penghabisan (Layer Finisher Mash/Pellet)
 Makanan Campuran atau Sisa Makanan
 Lebihan nasi, hampas kelapa, isi kelapa
 Dedak, beras hancur, padi, ubi kayu/keledek
 Ikan baja dan lain-lain




Narasumber
Kamera diarahkan
Kearah narasumber,
Kemudian kamera
Diarahkan pada Cara pencegahan penyakit pada ayam.


“Pemirsa selanjutnya kita beralih pencegahan penyakit pada ayam :
 Reban sentiasa bersih
 Anak ayam bebas dari penyakit
 Jauh dari ternakan dan haiwan lain
 Pelawat perlu dikawal
 Pencegahan adalah lebih baik dari rawata
 Semua ayam perlu diberi suntikan pencegahan penyakit
 Ayam yang mati hendaklah ditanam atau dibakar untuk mengelakkan jangkitan kepada yang sihat


Narasumber
Kamera diarahkan
Kearah narasumber,
Kemudian kamera
Diarahkan Bagaimana tingkat pemasaran dari hasil beternak ayam

CUT TO…….. “oke pemirsa selanjunya saya akn memberikan penjelasan tentang pemasaran hasil ternak ayam. Hasil ternak ayam disini dipasarkan menggunakan mobil diantarkan pada grosir atau eceran yang selanjutnya dijual oleh para pedagang eceran tersebut.”

Visual Audio Storyboard

Pembawa Acara
Kamera diarahkan
Ke pembawa acara

Zoom Out





CUT TO……….. “baiklah pemirsa terimakasih anda masih setia menyaksikan forum informasi ini. Demikianlah pemaparan dari narasumber kita tentang berternak ayam kampung. Dari asal-usul ayam kampong tersebut hingga kepemasarannya.
Semoga bermanfaat bagi kita semua, lain kesempata kita berjumpa lagi. Wassalamualaikum Wr.Wb.


Caption

CU 1 :
PARA PEMAIN :
AHMAD ST sebagai
Pembawa acara
SITI sebagai Narasumber


Zoom Out
CUT TO…….






(Musik – in – up – down )


Caption

CU 2 :
DOKUMENTASI
Adit



Zoom Out

CUT TO……….









(Musik – in – up – down )


Visual Audio Storyboard

Caption

CU 3 :
MAKE UP
Ayu Kirana


Zoom Out
CUT TO……..





(Musik – in – up – down )



Caption

CU 4 :
PRODUSER
AHMAD SELAMET


Zoom Out

CUT TO……..





(Musik – in – up – down

andragogi

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Di era informasi saat ini teori belajar modern melihat pembelajaran sebagai pencarian seseorang akan makna dan relevansi. Jika pembelajaran berjalan di luar ingatan dan fakta-fakta, prinsip-prinsip atau prosedur-prosedur yang betul dan masuk ke dalam bidang kreativitas, pemecahan masalah, analisa atau evaluasi, maka siswa memerlukan komunikasi antar individu, kesempatan untuk bertanya, tantangan, dan diskusi. Para siswa akan berinteraksi dengan work station dengan berbagai cara berdasarkan sifat dari tugas dan gaya pembelajaran yang lebih disukai yang berbeda untuk setiap individu.
Konteks pembelajaran seharusnya meliputi:
(1) kerja mandiri dan berinteraksi dengan materi pembelajaran,
(2) bekerja secara kolaborasi dengan teman pada tempat yang berlainan, baik secara serempak atau tidak, di mana kedua cara ini mungkin akan menjadi multi-media,
(3) siswa magang kerja dan berinteraksi dengan para pekerja yang lebih berpengalaman, supervisor, atau instruktur,
(4) sebagai instruktur, supervisor atau kolega yang lebih pengalaman untuk kolega-kolega lain yang kurang berpengalaman.
Seseorang mungkin akan mampu mamainkan peran-peran dalam satu hari kerja. Para siswa juga memerlukan belajar dari rumah, tempat kerja atau ketika berada di kendaraan umum, mereka akan membutuhkan:
(1) akses ke internet (searching, downloading),
(2) pemilihan, penyimpanan dan mengedit kembali informasi,
(3) komunikasi langsung dengan instruktur, kolega-kolega dan pelajar-pelajar lain,
(4) penyatuan bahan yang diakses ke dalam dokumen kerja,
(5) membagi dan manipulasi informasi/dokumen atau proyek-proyek dengan orang lain.
Pendidikan adalah sarana utama suatu nagara untuk menigkatkan sumber daya manusianya dalam mengikuti perkembangan dunia. Oleh karena itu, pendidikan patut memperoleh perhatian utama dalam memperbaiki kualitas manusia. Pendidikan tidak
memandang usia, mulai dari anak usia dini, remaja, orang dewasa maupun orang tua. Pendidikan anak sangat berbeda jauh dalam hal pelaksanaannya dibandingkan dengan pendidikan orang dewasa.
Pendidikan orang dewasa yang dikenal dengan istilah ANDRAGOGI adalah pendidikan orang dewasa yang menggunakan sebagian waktunya dan tanpa dipaksa ingin meningkatkan kemampuan atau pengetahuan, keterampilan dan mengubah sikap dalam rangka mengembangkan dirinya sebagai individu dan partisipasnya serta meningkatkan partisipasinya dalam mengembangkan sosial, ekonomi dan budaya secara utuh dan seimbang.
Kemudian disini fakta daya serap materi kursus oleh peserta kursus orang dewasa sangat lambat. Orang Dewasa Kurang cepat mengikuti/beradaptasi dengan perkembangan teknologi komputer. Fakta bahwa instruktur yang lebih muda tidak sabar mengajar orang dewasa Belum ada standar proses belajar di LPK.
Salah satu aspek penting dalam pendidikan saat ini yang perlu mendapat perhatian adalah mengenai konsep pendidikan untuk orang dewasa. Tidak selamanya kita berbicara dan mengulas di seputar pendidikan murid sekolah yang relatif berusia muda. Kenyataan di lapangan, bahwa tidak sedikit orang dewasa yang harus mendapat pendidikan baik pendidikan informal maupun nonformal, misalnya pendidikan dalam bentuk keterampilan, kursus-kursus, penataran dan sebagainya. Maka disinilah wajib didirikan suatu pelatihan-pelatihan mislanya kursus computer supaya pendidikan orang dewasa lebih menjuru lagi dengan menggunakan pendekatan-pendekatan. Masalah yang sering muncul adalah bagaimana kiat, dan strategi membelajarkan orang dewasa yang notabene tidak menduduki bangku sekolah. Dalam hal ini, orang dewasa sebagai siswa dalam kegiatan helajar tidak dapat diperlakukan seperti anak-anak didik biasa yang sedang duduk di bangku sekolah tradisional. Oleh sebab itu, harus dipahami bahwa, orang dewasa yang tumbuh sebagai pribadi dan memiliki kematangan konsep diri bergerak dari ketergantungan seperti yang terjadi pada masa kanak-kanak menuju ke arah kemandirian atau pengarahan diri sendiri. Kematangan psikologi orang dewasa sebagai pribadi yang mampu mengarahkan diri sendiri ini mendorong timbulnya kebutuhan psikologi yang sangat dalam yaitu keinginan dipandang dan diperlakukan orang lain sebagai pribadi yang mengarahkan dirinya sendiri, bukan diarahkan, dipaksa dan dimanipulasi oleh orang lain. Dengan begitu apabila orang dewasa menghadapi situasi yang tidak memungkinkan dirinya menjadi dirinya sendiri maka dia akan merasa dirinya tertekan dan merasa tidak senang. Karena orang dewasa bukan anak kecil, maka pendidikan bagi orang dewasa tidak dapat disamakan dengan pendidikan anak sekolah. Perlu dipahami apa pendorong hagi orang dewasa belajar, apa hambatan yang dialaininya, apa yang diharapkannya, bagaimana ia dapat belajar paling baik dan sebagainya (Lunandi, 1987).
Pemahaman terhadap perkembangan kondisi psikologi orang dewasa tentu saja mempunyai arti penting bagi para pendidik atau fasilitator dalam mnenghadapi orang dewasa sebagai siswa. Berkembangnya pemahaman kondisi psikologi orang dewasa semacam itu tumbuh dalam teori yang dikenal dengan nama andragogi. Andragogi sebagai ilmu yang memiliki dimensi yang luas dan mendalam akan teori belajar dan cara mengajar. Secara singkat teori ini memberikan dukungan dasar yang esensial bagi kegiatan pembelajaran orang dewasa. Oleh sebab itu, pendidikan atau usaha pembelajaran orang dewasa memerlukan pendekatan khusus dan harus memiliki pegangan yang kuat akan konsep teori yang didasarkan pada asumsi atau pemahaman orang dewasa sebagai siswa.
Kegiatan pendidikan baik melalui jalur sekolah ataupun luar sekolah memiliki daerah dan kegiatan yang beraneka ragam. Pendidikan orang dewasa terutama pendidikan masyarakat bersifat non formal sebagian besar dari siswa atau pesertanya adalah orang dewasa, atau paling tidak pemuda atau remaja. Oleh sebab itu, kegiatan pendidikan memerlukan pendekatan tersendiri. Dengan menggunakan teori andragogi kegiatan atau usaha pembelajaran orang dewasa dalam kerangka pembangunan atau realisasi pencapaian cita-cita pendidikan seumur hidup dapat diperoleh dengan dukungan konsep teoritik atau penggunaan teknologi yang dapat dipertanggung jawabkan.
Salah satu masalah dalam pengertian andragogi adalah adanya pandangan yang mengemukakan bahwa tujuan pendidikan itu bersifat mentransmisikan pengetahuan. Tetapi di lain pihak perubahan yang terjadi seperti inovasi dalam teknologi, mobilisasi penduduk, perubahan sistem ekonomi, dan sejenisnya begitu cepat terjadi. Dalam kondisi seperti ini, maka pengetahuan yang diperoleh seseorang ketika ia berumur 21 tahun akan menjadi usang ketika ia berumur 40 tahun. Apabila demikian halnya, maka pendidikan sebagai suatu proses transmisi pengetahuan sudah tidak sesuai dengan kebutuhan modem (Arif, 1994).
Oleh karena itu, tujuan dan kajian/tulisan ini adalah untuk mengkaji berbagai aspek yang mungkin dilakukan dalam upaya membelajarkan orang dewasa (andragogi) sebagai salah satu altematif pemecahan masalah kependidikan, sebab pendidikan sekarang ini tidak lagi dirumuskan hanya sekedar sebagai upaya untuk mentransmisikan pengetahuan, tetapi dirumuskan sebagai suatu proses pendidikan sepanjang hayat (long life education).
Sebagai pendidik, instruktur kursus dituntut memiliki empat kompetensi secara utuh, yakni kompetensi profesional, kompetensi pedagodikandragogik, kompetensi sosial, dan kompetensi kepribadian. Mereka tentu telah memiliki kompetensi profesional yang pasti harus menguasai substansinya. Misalnya instruktur kursus komputer, pasti sudah menguasai seluk beluk tentang komputer. Seorang instruktur kursus kecantikan, juga pasti sudah menguasai kompetensi tersebut.
B. Pembatasan Masalah
Mengingat keterbatasan penulis dari segi waktu, kajian materi serta pengetahuan yang dimiliki penulis, maka penulis hanya akan mengangkat masalah tentang apakah Bagaimana karakteristik Materi pelatihan, sehingga diperlukannya suatu upaya pendekatan orang dewasa.
C. Rumusan Masalah
Setelah diketahui pembatasan masalah yang diambil, maka permasalahnnya dapat dirumuskan sebagai berikut:
Bagaimana karakteristik Materi pelatihan, sehingga diperlukannya suatu upaya pendekatan orang dewasa.
D. Tujuan
Sesuai perumusan masalah diatas, tujuan dari penulisan ini untuk mendeskripsikan Bagaimana karakteristik Materi pelatihan, sehingga diperlukannya suatu upaya pendekatan orang dewasa?





E. Manfaat
Diharapkan dari penulisan ini mempunyai manfaat :
a. Bagi penulis :
• Dapat menambah pengetahuan tentang membuat karya tulis ilmiah.
• Untuk memenuhi tugas mata kuliah Andragogi
b. Bagi pembaca :
• Dapat memberikan wawasan tentang karakteristik Materi pelatihan(kursus), sehingga diperlukannya suatu upaya pendekatan orang dewasa
F. Definisi Operasional
ANDRAGOGI adalah pendidikan orang dewasa yang menggunakan sebagian waktunya dan tanpa dipaksa ingin meningkatkan kemampuan atau pengetahuan, keterampilan dan mengubah sikap dalam rangka mengembangkan dirinya sebagai individu dan partisipasnya serta meningkatkan partisipasinya dalam mengembangkan sosial, ekonomi dan budaya secara utuh dan seimbang.
KURSUS KOMPUTER adalah suatu pelatihan mengenai komputer yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok dalam suatu lembaga












BAB II
KAJIAN TEORI
A. Teori
Pembelajaran ialah proses pemerolehan maklumat dan pengetahuan,penguasaan kemahiran dan tabiat serta pembentukan sikap dan kepercayaan. Proses pembelajaran berlaku sepanjang hayat seseorang manusia. Proses pembelajaran berlaku di mana-mana tempat dan pada sebarang masa. Dalam konteks pendidikan, guru biasanya berusaha sedaya upaya mengajar supaya pelajar dapat belajar dan menguasai isi pelajaran bagi mencapai sesuatu objektif yang ditentukan. Pembelajaran akan membawa kepada perubahan pada seseorang . Walaubagaimanapun perubahan yang disebabkan oleh kematangan seperti berjalan dan makan ataupun penyakit dan kelaparan tidaklah dianggap sebagai pembelajaran. Kamus Dewan mentakrifkan pembelajaran sebagai proses belajar untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan menjalani latihan. Menurut pandangan ahli kognitif, pembelajaran boleh ditakrifkan sebagai satu proses dalaman yang menghasilkan perubahan tingkahlaku yang agak kekal. Manakala aliran behavioris pula berpendapat bahawa pembelajaran ialah perubahan dalam tingkahlaku ,iaitu cara seseorang bertindak dalam suatu situasi. Dalam psikologi humanis pembelajaran dianggap proses yang dapat membantu seseorang mencapai sempurna kendiri dan nilai individu. Teori-Teori pembelajaran mempunyai beberapa kepentingan kepada para guru. Menurut Arif Sukardi (1987), terdapat beberapa sebab teori-teori pembelajaran ini perlu dikuasai oleh guru, antaranya ialah seperti berikut:
a). teori pembelajaran membantu guru memahami proses pembelajaran yang berlaku di dalam diri pelajar itu sendiri.
b). guru dapat memahami keadaan dan faktor yang mempengaruhi, mempercepatkan atau melambatkan proses pembelajaran seseorang.
c). guru dapat membuat ramalan yang tepat tentang hasil yang diharapkan dari proses pengajaran dan pembelajaran.
Terdapat beberapa teori yang dikemukakan mengenai pembelajaran , setiap teori mempunyai konsep atau prinsip tersendiri tentang proses belajar. Berdasarkan berbezaan sudut pandang ini maka teori pembelajaran tersebut dapat dikategorikan kepada beberapa bagian.
a. Teori Tingkahlaku
Teori ini diperkenalkan oleh aliran mazhab behavioris .Mereka berpendapat bahawa pembelajaran ialah perubahan dalam tingkahlaku , iaitu cara seseorang bertindak dalam suatu situasi. Pandangan ini memfokuskan kepada perubahan tingkahlaku yang nyata dan dapat diperhatikan .Di antara pandangan atau definisi pembelajaran mazhab behavioris yang boleh diterima umum ialah seperti yang diberikan oleh Kimble (1961) yang menyatakan pembelajaran sebagai perubahan potensi tingkahlaku yang agak tetap akibat daripada latihan pengukuhan. Perubahan pembelajaran ini berlaku melalui empat proses iaitu perhubungan , pelaziman klasik,pelaziman operan dan pembelajaran melalui pemerhatian. Di antara prinsip-prinsip teori behaviorisme yang diterapkan dalam pengajaran dan pembelajaran komputer ialah
a). Proses belajar dapat berlaku dengan baik bila pelajar ikut dengan aktif didalamnya. Keadaan ini dapat diwujudkan dengan dengan menyediakan aktiviti-aktiviti tertenti yang melibatkan pelajar secara aktif seperti perbincangan dalam kumpulan, aktiviti amali, contohnya amali membuka dan memasang komponen perkakasan komputer.
b). Bahan pelajaran disusun dalam urutan yang logik supaya pelajar dapat dengan mudah mempelajarinya dan dapat memberikan respon tertentu. Contohnya dalam menyampaikan tajuk komponen perkakasan komputer bahan-bahan bantu mengajar seperti kertas edaran atau hand out disediakan terlebih dahulu di samping penggunanaan slaid powerpoint dapat menjelaskan sesuatu konsep atau fungsi dengan jelas.Ini memudahkan pelajar memahami tajuk yang diajar.
c). Tiap-tiap respon harus diberi maklum balas secara langsung supaya pelajar dapat mengetahui apakah respon yang diberikannya telah benar. Penglibatan dan perhatian pelajar dapat dikekalkan dengan memberikan ganjaran atau rangsangan dengan tujuan untuk memotivasikan mereka bagi mengikuti pembelajaran seterusnya. Setiap respon pelajar perlu diberikan maklumbalas yang positif.
d).Setiap kali pelajar memberikan respon yang benar maka ia perlu diberi motivasi. Setiap kali pelakar berjaya melakukan sesuatu aktiviti ataupun memberikan respon yang betul atau baik maka ia perlu diberikan ganjaran untuk mengekalkan minat pelajar bagi meneruskan pembelajaran berikutnya. Contohnya dalam aktiviti kumpulan pemasangan komponen perkakasan komputer dalam kumpulan, guru boleh memberikan ganjaran seperti jumlah markah yang tinggi, kakat-kata pujian atau sebarang bentuk tindakan yang boleh memotivasikan pelajar.
Menurut (Gagne,Briggs dan Wager 1992) dalam teori pembelajaran tingkahlaku (Behavioral) , terdapat sembilan elemen yang baik untuk sesuatu pengajaran. Berdasarkan sembilan elemen ini , jika dikaitkan dengan pengajaran topik Konsep Asas Sistem Komputer beberapa kaedah dan strategi boleh diterapkan semasa proses pengajaran dijalankan di dalam kelas. Contohnya dalam pengajaran pembelajaran perkakasan komputer ,pada permulaan pengajaran seorang guru itu haruslah pandai menarik perhatian dengan menyediakan bahan bantu mengajar yang boleh menarik perhatian seperti persembahan powerpoint yang menarik terutamanya untuk menerangkan tentang tajuk mengenai asas perkasan komputer ke dalam kelas .Guru haruslah memberitahu pelajar bahawa tajuk ini sangat menarik dan penting kerana ia akan mendedahkan pelajar kepada pengetahuan asas mengenai perkakasan sistem komputer . Guru perlu memberitahu pelajar tentang objektif pelajaran dan apa yang diharapkan satelah selesai mengikuti pengajaran dan pembelajaran . Contohnya ,guru perlu menjelaskan mengapa tajuk ini amat penting untuk di pelajari dan apakah kegunaan dan kepentingannya terhadap pelajar . Selain itu , sebelum memulakan sesuatu proses pengajaran dan pembelajaran , seorang guru itu harus merangsang pelajar untuk mengingat semula isi kandungan yang telah di pelajari sebelum ini . Guru juga harus mempersembahkan bahan yang merangsangkan iaitu melalui beberapa soalan , suara guru haruslah jelas dan berintonasi , susunan idea semasa bercakap juga penting dan juga menggunakan berbagai media yang relevan contohnya carta alir, gambarajah dan juga slaid projektor. Guru juga harus menggalakkan pelajar berbincang dan menyuruh pelajar mengajar rakan-rakan mereka yang tidak faham tentang topik yang di ajar pada hari itu. Guru haruslah mengesan kemajuan pelajar dengan mengemukakan soalan atau memberi tugasan supaya pelajar dapat mengaplikasikan ilmu yang di pelajari. Sebagai contoh, guru memberi tugasan kepada pelajar bagaimana untuk mendapatkan data mengenai jenis perkakasan komputer terkini di pasaran tajuk perkakasan komputer yang telah dipelajari sebelum itu.
b. Teori Kognitif
Ahli psikologi kognitif menyatakan bahawa pembelajaran ialah satu proses dalaman dan tidak dapat diperhatikan secara langsung. Pembelajaran menyebabkan perubahan tingkahlaku seseorang terhadap sesuatu situasi yang khusus. Perubahan tingkahlaku dianggap cuma mencerminkan perubahan dalaman yang sukar untuk diperhatikan seperti pengetahuan ,perasaan ,harapan dan pemikiran. Menurut Bruner untuk mengajar sesuatu tidak perlu menunggu sehingga kanak-kanak mancapai tahap perkembangan tertentu. Aspek pentingnya ialah bahan pengajaran harus disediakan dengan baik. Dengan lain perkataan perkembangan kognitif seseorang dapat ditingkatkan dengan cara mengatur bahan yang akan dipelajari dan menyajikannya sesuai dengan tingkat perkembangannya. Penerapan teori Bruner yang terkenal dalam dunia pendidikan adalah kurikulum spiral di mana bahan pelajaran yang sama dapat diberikan mulai dari tahap rendah sehingga ke tahap menengah, disesuaikan dengan tingkat perkembangan kognitif mereka. Cara belajar yang terbaik menurut Bruner ini adalah dengan memahami konsep, makna dan hubungan melalui proses intuitif dan seterusnya menghasilkan suatu kesimpulan.
Menurut Hartley & Davies (1976), prinsip-prinsip kognif dari beberapa contoh di atas banyak diterapkan dalam dunia pendidikan khususnya dalam melaksanakan kegiatan perancangan pembelajaran. Prinsip-prinsip tersebut adalah seperti berikut
a) Pelajar akan lebih mampu mengingat dan memahami sesuatu apabila pelajaran tersebut disusun berdasarkan pola dan logik tertentu.
b) Penyusunan bahan pelajaran dari sederhana ke rumit. Pelajar harus lebih tahu tugas-tugas yang bersifat lebih sederhana.
c) Pembelajaran dengan memahami lebih baik dari pada menghafal tanpa pemahaman. Sesuatu yang baru harus sesuai dengan apa yang telah diketahui
pelajar sebelumnya.
d) Tugas guru di sini adalah menunjukkan hubungan apa yang telah diketahui sebelumnya.
e) Adanya perbezaan individu yang harus diperhatikan dan faktor ini mempengaruhi proses pembelajaran pelajar.
Kognitif berkaitan dengan mental,dan ianya berkait rapat dengan ingatan jangka panjang dan ingatan jangka pendek. Ini boleh dilihat melalui teori Pemprosesan Maklumat. Teori ini menumpukan kepada bagaimana pelajar memproses maklumat oleh pelajar . Maklumat yang baru disimpan dalam ingatan jangka pendek. Kemudian diproses sebelum disimpan ke ingatan jangka panjang. Kombinasi pengetahuan (maklumat yang diproses) dan kemahiran di ingatan jangka panjang akan membina strategi-strategi kognitif atau kemahiran yang berkaitan dengan tugas-tugas yang kompleks. Langkah langkah pengajaran mengikut teori pemprosesan maklumat disampaikan seperti berikut.
a) Perhatian pelajar
Permulaan pengajaran dengan memberikan set induksi yang dapat menarik perhatian pelajar kepada guru dan pengajaran. Contohnya dalam pengajaran tajuk perkakasan komputer guru boleh bersoaljawab dengan pelajar dan menunjukkan beberapa contoh perkakasan kompouter ke dalam kelas.
b) Membawa ingatan pelajar pada tajuk yang berkaitan. Perbincangan tajuk-tajuk lepas yang sudah dipelajari dan dikaitkan dengan topik yang kan diajar.
c) Penekanan terhadap isi pelajaran yang penting ( utama). Pengajaran pembelajaran sesuatu tajuk disampaikan dengan penggunaan bahan bantu mengajar yang bertepatan dengan tajuk yang akan disampaikan. Contohnya dalam pengajaran tajuk perkakasan komputer beberapa handout mengenainya diedarkan kepada pelajar sebagai banah panduan dan rujukan untuk mengikuti pengajaran guru. Di samping penyediaan slaid powerpoint yang baik dan dapat menjelaskan isi pelajaran yang disampaikan.

d). Persembahkan maklumat dengan teratur dengan menggunakan bahan bantu mengajar yang bersesuaian. Contohnya seperti perisian kursus yang berkaitan dengan tajuk perkakasan computer.
e). Tunjukkan pelajar bagaimana mengkategorikan maklumat yang diterima. Guru membantu dan memberikan bimbingan kepada pelajar untuk melaksanakan memahami dan pembelajaran.
f). Beri peluang kepada pelajar untuk mengembangkan maklumat yang baru diterima.
g). Pengulangan Contoh ialah mengingatkan pelajar beberapa isi penting yang dipelajari (ingatan janga pendek) dan menyediakan beberapa aktiviti atau latihan yang berkaitan dengan pelajaran lepas ( ingatan jangka panjang.
c. Teori Konstruktivisime
Konstruktivisime merupakan proses pembelajaran yang menerangkan bagaimana pengetahuan disusun dalam minda manusia. Unsur-unsur konstruktivisme telah lama dipraktikkan dalam kaedah pengajaran dan pembelajaran di peringkat sekolah, maktab dan universiti tetapi tidak begitu ketara dan tidak ditekankan. Mengikut kefahaman konstruktivisme, ilmu pengetahuan tidak boleh dipindahkan daripada guru kepada pelajar dalam bentuk yang serba sempurna. Pelajar perlu bina sesuatu pengetahuan itu mengikut pengalaman masing-masing. Pembelajaran adalah hasil daripada usaha pelajar itu sendiri dan guru tidak boleh belajar untuk pelajar. Blok binaan asas bagi ilmu pengetahuan ialah satu skema iaiatu aktiviti mental yang digunakan oleh pelajar sebagai bahan mentah bagi proses renungan dan pengabstrakan. Fikiran pelajar tidak akan menghadapi realiti yang wujud secara terasing dalam persekitaran. Realiti yang diketahui pelajar adalah realiti yang dibina sendiri. Pelajar sebenarnya telah mempunyai satu set idea dan pengalaman yang membentuk struktur kognitif terhadap persekitaran mereka.Untuk membantu pelajar membina konsep atau pengetahuan baru, guru harus mengambil kira struktur kognitif yang sedia ada pada mereka. Apabila maklumat baru telah disesuaikan dan diserap untuk dijadikan sebahagian daripada pegangan kuat mereka, barulah kerangka baru tentang sesuatu bentuk ilmu pengetahuan dapat dibina. .
Beberapa orang ahli konstruktivisme yang terkemuka berpendapat bahawa pembelajaran yang bermakna itu bermula dengan pengetahuan atau pengalaman sedia ada pelajar. Rutherford dan Ahlgren berpendapat bahawa pelajar mempunyai idea mereka sendiri hampir dalam semua perkara, di mana ada yang betul dan ada yang salah. Jika kefahaman dan salah konsep ini diabaikan atau tidak ditangani dengan baik, kefahaman atau kepercayaan asal mereka itu akan tetap kekal walaupun dalam peperiksaan mereka mungkin memberi jawapan seperti yang dikehendaki oleh guru. John Dewey menguatkan lagi teori konstruktivisme ini dengan mengatakan bahawa pendidik yang cekap harus melaksanakan pengajaran dan pembelajaran sebagai proses menyusun atau membina pengalaman secara berterusan. Beliau juga menekankan kepentingan penyertaan pelajar di dalam setiap aktiviti pengajaran dan pembelajaran. Dari persepektif epistemologi yang disarankan dalam konstruktivisme fungsi guru akan berubah. Perubahan akan berlaku dalam teknik pengajaran dan pembelajaran, penilaian, penyelidikan dan cara melaksanakan kurikulum. Sebagai contoh, perspektif ini akan mengubah kaedah pengajaran dan pembelajaran yang menumpu kepada kejayaan pelajar meniru dengan tepat apa saja yang disampaikan oleh guru kepada kaedah pengajaran dan pembelajaran yang menumpu kepada kejayaan pelajar membina skema pengkonsepan berdasarkan kepada pengalaman yang aktif.
Dalam teori konstruktivisme, pelajar tidak lagi dianggap belajar daripada apa yang diberikan guru atau sistem pengajaran tetapi secara aktif membina realiti mereka sendiri dan pada masa yang sama mengubah suai realiti tersebut. Ini adalah sesuai dengan kaedah pengajaran dan pembelajaran berasaskan komputeri. Dalam melaksanakan pengajaran perkakasan komputer pelajar aktif dalam membina realiti mereka sendiri. Segala pengetahuan dibina oleh pelajar dalam modul tidak disokong dari pengetahuan luar. Dick (1997) menyatakan bahawa konstruktivisme hanya mencadangkan kaedah dalam mana persekitaran pembelajaran boleh disusunatur dan diurus supaya dapat membekalkan pelajar dengan konteks terbaik untuk belajar. Pembelajaran akan melibatkan pelajar yang aktif dengan mencari pengetahuan dan melibatkan kerja-kerja amali. Teori ini juga beranggapan bahawa pelajar mampu untuk membuat penyelidikan, menganalisis dan mempersembahkan maklumat.
c. Teori Andragogi
Teori andragogi oleh Kowles adalah suatu percubaan untuk mengembangkan satu teori yang khas tentang pembelajaran orang dewasa. Knowles menegaskan orang dewasa adalah terarah diri dan dijangka bertanggungjawab atas keputusannya. Program pembelajaran orang dewasa seharusnya menampung aspek asas ini. Andragogi membuat andaian-andaian berikut tentang corak pembelajaran :
a) Orang dewasa perlu mengetahui sebab ia dikehendaki mempelajari sesuatu.
b) Orang dewasa perlu belajar secara eksperimen.
c) Orang dewasa menganggap pembelajaran sebagai penyelesaian masalah.
d) Pembelajaran orang dewasa paling berkesan jika topik pelajarannya mempunyai nilai segera.
Secara praktiknya, andragogi bermakna instruksi untuk orang dewasa perlu berfokuskan lebih kepada proses daripada isi kandungan yang diajar. Strategi-strategi seperti kajian kes, main peranan, simulasi, dan penilaian kendiri adalah paling berguna. Pengajar memainkan peranan sebagai fasilitator atau kakitangan resos dan kurang sebagai pensyarah atau penilai. Andragogi diaplikasikan kepada sebarang bentuk pembelajaran orang dewasa dan telah digunakan dengan meluasnya dalam mencorak lahan organisasi Knowles memberi satu contoh aplikasi prinsip-prinsip andragogi dalam desain latihan komputer peribadi.
a) Perlunya menjelaskan sebab sesuatu diajar (misalannya, arahan tertentu, fungsi, operasi.
b) Instruksi perlu berorientasikan tugasan dan bukan hafalan -aktiviti pembelajaran harus dalam konteks di mana tugas- tugas dilakukan.
c) Instruksi perlu mengambil kira pelbagai latar belakang pelajar; bahan dan aktiviti pembelajaran hendaklah disesuaikan dengan jenis/tahap pengalaman penggunaan komputer yang berbeza.
Oleh kerana orang dewasa adalah terarah diri, instruksi haruslah membenarkan pelajar dewasa melakukan penemuan sendiri, dan memberi bimbingan dan bantuan jika kesilapan berlaku. Marzano dan Arredondo mengutarakan teknik pemprosesan mendalam (Deep Processing) yang menegaskan komponen-komponen pemikiran iaitu imej, sensasi, emosi dan linguistik. Untuk mengingati sesuatu perkara dengan baik, keempat-empat komponen dibangkitkan.
Prinsip-prinsip Andragogi adalah seperti beikut.
a) Orang dewasa perlu dilibatkan dalam perancangan dan penilaian instruksinya.
b) Pengalaman (termasuk kesilapan) menjadi asas untuk aktiviti pembelajaran.
c) Orang dewasa paling berminat mempelajari subjek yang mempunyai hubungan yang segera dengan pekerjaan atau kehidupan peribadinya.
d) Pembelajaran orang dewasa adalah berpusatkan masalah dan bukan berorientasi isi kandungan






BAB III
METODELOGI PENULISAN
1. Sumber Data
Beberapa teori yang didapat dalam membahas tentang global warming ini, penulis mengambil beberapa sumber data yang dapat dijadikan pembahasan diantaranya berasal dari alamat website yang ada di internet, beberapa blog yang ada di internet serta beberapa pengertian yang ada diberanda google.
Selain itu juga data dibuat berdasarkan pengembangan yang dilakukan penulis dalam membahas pengetahuan tentang kursus computer yang menggunakan metode andragogi.
2. Pendekatan
Dalam mencari bahan untuk membuat pembahasan, kursus computer yang menggunakan metode andragogi.
penulis melakukan pendekatan melalui penelusuran beberapa alamat website yang terdapat di beranda google, beberapa blog yang bertema kan kursus komputer, serta menyaring hasil informasi yang didapat dengan cara meringkas materi yang sesuai dengan judul dan tema yang akan dibahas.
3. Teknik Penulisan
Dalam menulis hasil pembahasan dan materi yang tersedia, penulis melakukan beberapa teknik, diantaranya :
a) Pengamatan terhadap informasi yang didapat.
b) Meringkas materi yang ada.
c) Melakukan tahap-tahap penulisan
d) Menyelesaikan penulisan dengan penutup.



BAB IV
PEMBAHASAN

• Karakteristik pelatihan/kursus komputer :
Kursus atau pelatihan komputer adalah suatu kegiatan memperoleh ketrampilan atau pengetahuan untuk mengoperasikan seperangkat komputer yang terdiri dari : CPU, Monitor,Keyboard, Mouse dan Printer.
• Karakteristik Instruktur kursus komputer untuk orang dewasa
Instruktur kursus komputer harus memiliki kemampuan :
 Rasa Percaya diri untuk melatih orang dewasa.
 Melakukan proses pembelajaran yang singkat.
 Melakukan pengaturan warna monitor dan tampilan huruf dengan ukuran yang besar.
 Mengajar, mengulangi/menguji dan mengulangi pelajaran dengan frekwensi lebih sering atau berulang.
 Memastikan orang dewasa mengerti bahwa dengan menguasai operator komputer dapat meningkatkan kinerja/kemampuan pekerjaan administrasi.
 Memastikan pengaturan/setting program komputer adalah cocok untuk orang dewasa seperti gerakan mouse yang lambat dan jenis mouse yang nyaman di genggam.
• Karakteristik belajar/kursus komputer oleh orang dewasa
Orang dewasa dalam mempelajari komputer memiliki karakteristik :
 Selalu mengulang, gerakan/langkah mengoperasikan komputer lambat.
 Ketika mengenalkan istilah baru, gunakan istilah yang sangat familiar atau dengan analogi yang sederhana, contohnya seperti “icon” dengan kata “gambar”.
 Menggunakan materi belajar seperti buku dengan huruf yang besar.
 Sabar.
Berdasarkan karakteristik tersebut maka sangat dibutuhkan instruktur komputer yang selain memiliki kompetensi sebgai instruktur juga harus memiliki kemampuan membimbing orang dewasa untuk mengatasi rasa “anxiety” atau suatu sifat emosional yang takut / phobia terhadap situasi dan pengalaman khususnya dengan unit komputer.
Sifat ini adalah umum terjadi ketika seseorang dihadapkan pada ketrampilan atau sesuatu hal yang baru. Sifat ketakutan tersebut akan memperlambat proses belajar. Orang dewasa dalam menggunakan komputer lebih sering ketakutan pada sesuatu yang tidak diduga sebelumnya, ketidaktahuan yang umum dan ancaman komputer mati/tidak bisa bekerja normal. Untuk memulai kursus komputer orang dewasa, maka dapat menggunakan teknik :
 Menggunakan humor untuk membina hubungan emosional yang akrab.
Humor adalah salah satu cara terbaik untuk mengurangi rasa gugup/ketakutan terhadap komputer. Suasana yang jenaka dalam memulai belajar komputer antara instruktur dan siswa kursus dapat menolong mengurangi rasa ketakutan terhadap komputer.
 Memulai pelajaran dengan konsep dasar Instruktur dalam memulai pembelajaran sebaiknya dimulai dengan sesuatu yang sangat dasar mengenai teknologi komputer dan hindari menjelaskan konsep komputer yang kompleks sebelum menjelaskan dasar-dasar mengoperasikan komputer. Para Peserta kursus komputer juga memiliki berbagai macam tingkat ketrampilan, maka instruktur jangan berasumsi bahwa semua peserta kursus memiliki ketrampilan dasar komputer.
 Menggunakan istilah komputer yang memang perlu diajarkan
Belajar untuk menggunakan komputer agak susah maka harus diselingi oleh instruktur mengucapkan istilah dalam dialek bahasa asing / inggris. Instruktur sebaiknya menghindari penggunaan istilah teknis komputer. Untuk orang dewasa, istilah komputer dianggap sangat penting sama seperti usaha mereka belajar menggunakan komputer, maka instruktur dapat menghindari istilah teknis seperti motherboard, Random Acces Memrory (RAM), PCI dan sejenisnya. Jika Instruktur merasa bahwa istilah komputer itu harus diketahui oleh peserta kursus, maka untuk menjelaskan istilah komputer terebut maka harus dijelaskan dengan sangat jelas.
 Memastikan semua pelajaran teori ada prakteknya dengan jumlah jam yang cukup. Instruktur dapat menolong peserta kursus menghilangkan ketakukan terhadap komputer dengan cara mengakrabkan siswa kursus dengan komputer dan membuat mereka sebagai peserta yang aktif dalam praktek latihan. Selain itu Instruktur dapat membuat catatan ringkas kemudian ditempel di dinding sekitar tempat duduk siswa kursus, hal ini sangat membantu mengingat kembali instruksi yang telah diajarkan oleh instruktur komputer.

Pendidik orang dewasa mempunyai fungsi antara lain:
1. Menilai kebutuhan belajar individu, lembaga dan masyarakat untuk pendidikan orang dewasa yang sesuai dengan lingkungan organisasinya (fungsi diagnostik).
2. Menetapkan dan mengelola struktur organisasi untuk pengembangan dan pelaksanaan yang efektif dari suatu program pendidikan orang dewasa (fungsi organisasi).
3. Merumuskan tujuan yang sesuai dengan kebutuhan belajar yang telah ditetapkan, dan merencanakan suatu program kegiatan untuk mencapai tujuan tersebut (fungsi perencanaan).
4. Menciptakan dan mengawasi prosedur yang diperuntukan bagi pelaksanaan suatu program secara efektif, termasuk memilih dan melatih ketua-ketua kelompok belajar, tutor, mengatur fasilitas dan proses administrasi, seleksi dan penerimaan pebelajar, dan pembiayaan(fungsi administrasi).
5. Menilai efektivitas program pendidikan yang dilaksanakan (fungsi evaluasi). Teknik Dan Metode Pembelajaran Orang Dewasa Penjabaran rancangan belajar ke dalam urutan kegiatan belajar memerlukan adanya pengambilan keputusan mengenai teknik dan bahan belajar apa yang paling bermanfaat digunakan untuk mencapai tujuan pembelajarn. Dan selanjutnya menentukan strategi pembelajaran dengan mengikutsertakan peserta. Posisi pelatih dalam proses ini hanyalah sebagai pemberi saran dan sebagai narasumber.
Ada beberapa teknik atau metode yang dapat digunakan untuk membantu orang dewasa belajar, antara lain :
1. Presentasi. Teknik ini meliputi antara lain: ceramah, debat, dialog, wawancara, panel, demonstrasi, film, slide, pameran, darmawisata, dan membaca.
2. Teknik Partisipasi peserta. Teknik ini meliputi antara lain: tanyajawab, permainan peran, kelompok pendengar panel reaksi, dn panel yang diperluas.
3. Teknik Diskusi. Teknik ini terdidi atas diskusi terpimpin, diskusi yang bersumberkan dari buku, diskusi pemecahan masalah, dan diskusi kasus.
4. Teknik Simulasi. Teknik ini terdiri atas: permainan peran, proses insiden kritis, metode kasus, dan permainan.
Penulis mengangkat permasalahan peningkatan daya serap peserta pendidikan/pelatihan kursus dengan pendekatan berbasis andragogi yang merupakan standar pembelajaran yang ideal sebab sebagian besar peserta kursus ( 90 %) adalah orang dewasa atau telah menamatkan pendidikan menengah baik formal maupun non formal, sehingga diperlukan upaya pemahaman teknik mengajar andragogi oleh instruktur di LPK. Bahari Informatika Komputer. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu menjadikan Standar Operasional Prosedur dalam pembelajaran kursus computer. Penulis mengamati selama proses pembelajaran kursus komputer yang dilaksanakan pada LPK. BIK menunjukkan bahwa kemampuan daya serap materi sangat tergantung dari kemampuan dan improvisasi instruktur komputer memberikan materi. Penulis mengumpulkan data-data mengenai latarbelakang peserta kursus berdasarkan data primer yang ada di LPK. Bahari Informatika Komputer. Data-data tersebut kemudian dianalisis dengan teri-teori yang relevan dan dicari solusi yang tepat mengenai proses pembelajaran di Lembaga Kursus.














BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan pengamatan di LPK. Bahari Informatika Komputer dan telaah pustaka maka dapat penulis simpulkan bahwa pembelajaran orang dewasa untuk belajar komputer memiliki karkateristik tertentu sehingga perlakuan terhadap mereka juga harus khusus terutama dengan metode andragogy. Dalam studi ini, peserta kursus dewasa harus memperoleh manfaat dari kegiatan pembelajaran berupa:
1. Dapat melakukan pekerjaan administrasi perkantoran
2. Dapat membuat laporan keuangan (pengolahan angka)
3. Dapat membuat desain undangan
4. Dapat membuat presentasi
Berikut ini adalah rekomendasi yang penulis sarankan untuk instruktur dalam memberikan pelatihan/kursus komputer untuk orang dewasa. Metode Uraian Sabar dan perulangan Dalam proses pembelajaran, diberikan lebih dari satu penjelasan dan contoh untuk orang dewasa. Bahasa teknis atau Istilah teknis komputer Jangan menggunakan istilah teknis, contohnya kata “icon” diganti dengan “gambar” Materi Kursus Materi kursus / latihan harus dijelaskan secara bertahap Praktek latihan Pastikan bahwa peserta kursus dewasa memiliki waktu latihan yang cukup Instruksi teknis latihan Ajarkan antara 30 sampai 60 menit utk tiap instruksi Aktif tanya-jawab Pastikan memberikan tanya-jawab kepada peserta. Materi/kurikulum yang fleksibel Gunakan materi/kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan praktek/latihan orang dewasa. Bicara yang lambat dan jelas Gunakan nada bicara yang lambat dan lembut serta jelas. Suasana yang nyaman Jelaskan bahwa dengan kursus komputer akan memberikan. Tingkat pengetahuan Kelompokkan peserta kursus berdasarkan pengetahuannya, mulai dari Dasar, menengah dan Lanjut
Ajarkan satu topik per pertemuan Ajarkan satu konsep / topik latihan per pertemuan.



B. Saran
Diharapkan dengan adanya tulisan ini pembaca bisa mengeti bagaimana meninigkatkan suatu mutu pendidikan kita dan bisa memperbaikinya. Penyusun menyadari kekurangan sempurnanya tulisan ini, itu semua karena kurangnya ilmu pengetahuan yang penyusun miliki. Oleh karena itu diharapkan kritik serta saran yang bersifat memperbaiki makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaat bagi semuanya terutama bagi penyusun sendiri

inovasi pendidkan

RASIONALISASI MUNCULNYA KEBIJAKAN
PENDIDIKAN DI INDONESIA

Rasionalisasi Latar Belakang Munculnya Kebijaksanaan Pendidikan Di Indonesia Dari Tahun 1966 Sampai Sekarang
A. Diberlakukannya kurikulum 1968
Kurikulum pada orde lama ( sebelum 1966 ) masih dalam mencari bentuk yang khas nasional. semenjak mardeka sampai dengan ditetapkannya UU No.12 th 1954 tentang pendidikan sekolah.pendidikan kita masih berada pada tahap penyempurnaan kurikulum masa penjajahan ( Balanda dan Jepang ).sejarah pendidikan mencatat bahwa paa ea orde lama ( tahun 1950 sampai 1965 ) materi pelajaran yang utama adalah tujuh bahan pokok ( indaktrinasi).pada masa orde baru yaitu mulai tahun 1966( setelah terjadi tragedy nasional pada tahun 1965 ) materi tujuh bahan pokok ditiadakan dan materi pendidikan moral pancasila ( PMP ) menjadi materi pokok dalam kurikulum pada semua jenis dan jenjang pendidikan ditambah dengan P4. Kurikulum secara keseluruhan terus dibanahi sehingga lahirlah kurikulum 1968.kurikulum pertama dalam system pendidikan di Negara RI ini.
B. Diberlakukannya kurikulum 1975
Kurikulum ini merupakan penyempurnaan ( pembaharuan kurikulum 1968 ) kurikulum ini berorientasi pada hasil ( product oriented ) dengan pendekatan prosedur pengembangan sisitim instruksional (PPSI). Kegiatan belajar mengajar (KBM) dibaca untuk tercapainya tujuan pendidikan / pengajaran yang ditetapkan. Kegiatan tersebut kadang-kadang mengabaikan kaedah-kaedah proses pendidikan (penyelenggaraan KBM) yang semestinya.
C. Diberlakukannya kurikulum 1984
Kurikulum ini memadukan dua orientasi yaitu product oriented dengan proses mented yang ditopang oleh pendekatan baru yaitu pendekatan” study active learning “ yang di Indonesia diterjemahkan sebagai cara belajar siswa aktif (CBSA).
D. Diperkenalkannya dan dibukanya SMP terbuka
Disamping penyempurnaan kurikulum, telah dirintis pula suatu system pengelolahan yang dikenal dengan sekolah terbuka ( open school ). Tahap rintisan yaitu 1990 sampai 1981 hanya dilaksanakan dilima daerah di Indonesia, tetapi sekarang sudah semakin menyebar keseluruh pelosok di propinsi-propinsi di tanah air. Adapun latar belakang didirikannya SMP terbuka itu antara lain adalah sebagai berikut :
Memperluas kesempatan belajar bagi tamatan SD sebagai usaha mengatasi masalah pemerataan pendidikan di Indonesia.
Menanggulangi anak-anak yang tidak tertampung di SMP Negeri
Mengatasi kekurangan fasilitas / sarana pendidikan yang tidak seimbang dengan pertambahan penduduk usia sekolah (SLTP). Mengatasi kekurangan guru yang selalu menjadi masalah dari tahun ketahun (dimodifikasi dari Agusfidar Nasution 1988:68).
SMP terbuka adalah sekolah menengah umum tingkat pertama yang kegiatan belajarnya sebagian besar di selenggarakan di luar gedung sekloah dengan cara penyampaian pelajaran melalui berbagai media dan interaksi. Adapun latar belakang berdirinya SMP terbuka adalah sebagai berikut :
Kurangnya fasilitas dan tempat belajar Tenaga pendidik yang tidak cukup
Memperluas kesempatan belajar dalam rangka pemerataan pendidikan. Menanggulangi anak terlantar bagi anak yang tidak diterima di SMP negeri
Ciri-ciri dari SMP terbuka adalah sebagai berikut :
Terbuka bagi siswa tanpa pembatasan umur dan tampa syarat-syarat
Terbuka dalam memilih program belajar untuk mencapai ijazah formal untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan jangka pendek yang bersifat praktik. Terbuka dalam proses belajar mengajar yaitu tidak selalu diselenggarakan diruang kelas secara tatap muka, akan tetapi juga media seperti radio. Terbuka dalam keluar masuk kelas sekolah sesuai dengan waktu yang tersedia bagi siswa. Terbuka dalam pengolahan sekolah, sekolah dikelola oleh pegawai negeri dan orang-orang yang diperlukan partisifasinya, seperti warga dan pimpinan masyarakat, orang tua siswa serta pamong pemerintah setempat. Proyek printis sekolah pembangunan ( PPSP ) System pendidikan ini digunakan dalam surat keputusan mentri pendidikan dan kebudayaan Nomor 0172 tahun 1974, berberapa pokok pikiran menamaai hakekat sekolah pembengunan yang menyangkut relevansi sekolah dengan kebutuhan masyarakat yaitu
Adanya integrasi antara sekolah dan masyarakat serta pembangunan
Sekolah menghasilkan tenaga terdidik sehingga dapat merupakan tenaga kerja yang produktif. Sekolah menghasilkan manusia terdidik dengan pengertian kesadaran tekologi baik lingkungan social,fisik, maupun biologis. Sekolah menyelenggarakan pendidikan yang menyenangkan merangsang sesuai dengan tuntutan zaman untuk pendidikan watak, pengetahuan, keikhlasan, keterampilan. Sekolah menciptakan keseimbangan fisik, emosional intelektual, cultural, dan spiritual. Sekolah memberikan sumbangan bagi ketahanan nasional dan ikut serta dalam pembangunan masyarakat
E. Diperkenalkannya dan dibukanya universitas terbuka
Universitas terbuka merupakan salah satu bentuk open school, ada sekolah dipandang sebagai lembaga tempat belajar cuma saja tingkatannya adalah tingkat perguruan tinggi.UT sejalan dengan ditemukannya suatu sistim baru dalam dunia pendidikan yaitu Belajar Jarak Jauh (BJJ) dengan modular sistim sebagai cara pencapaian pengajaran yang baru pula.dengan system ini sasaran mahasiswa dalam jumlah yang lebih besar dapat dicapai dan sekaligus mahasiswa dituntut lebih banyak berinisiatif”belajar mandiri” dan “ berkelompok”.
Universitas terbuka ( UT ) merupakan lembaga pendidikan tinggi yang menerapkan system balajar jarak jauh tujuan utamanya adalah meningkat partisipasi perguruan tinggi dari 5 % menjadi 8,2 %. Sasaranya ialah seluruh masyarakat guna untuk memperluas dan meningkatkan kemampuan tenaga kependidikan dalam lembaga pendidikan. Hubungan UT dengan perguruan tinggi lainya:
Distribusi bahan
Pembiayaan
Calon mahasiswa
Metode pengajaran
F. Diberlakukannya UU No.2 th 1989 tentang USPN
Undang-undang ini dibuat dan diberlakukan untuk menyempurnakan landasan legalistic atau hukum untuk menyelenggarakan pendidikan produk sebelumnya. Undang – undang pendidikan yang pertama ditanah air adalah UU No. 2 th 1950 tentang pendidikan dengan pengajaran disekolah. Undang-undang ini diberlakukan sewaktu Negara kita berbentuk RIS ( Republik Indonesia Serikat ), dimana belum semua wilayah melaksanakannya. Oleh sebab itu undang-undang ini dirubah menjadi UU No.12 th 1954 yang hanya berisi pernyataan bahwa UU No. 2 th 1950 berlaku diseluruh wilayah RI ( UU No. 12 th 1954 dan UU No. 4 th 1950 ). Karena undang-undang ini hanya mengatur pendidikan dan pengajaran disekolah maka tahun 1961 dikeluarkanlah UU No.22 th 1961 tentang perguruan tinggi. Keadaan seperti ini berlangsung cukup lama, kemudian dipandang perlu pula untuk menyempurnakannya. Akhirnya diberlakukanlah UU No. 2 th 1989, yang dilengkapi dengan beberapa peraturan pemerintah (PP). dengan adanya PP, baik untuk pra sekolah, pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan tinggi maupun untuk PTS dan PLB, maka arah dan cara penyelenggaraan pendidikan semakin jelas.
G. Kurikulum 1994
kurikulum ini merupakan penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya (kurikulum 1984 ). Kurikulum sebelumya terlalu sarat dengan muatan nasional. Kurukum 1994 dilengkapi dengan muatan local yaitu muatan unsure-unsur lingkungan yang akan memelihara jalinan yang terintegral antara sekolah dan lingkungannya.
H. Sekolah / kelas Unggul
Manusia terdiri kelompok normal ( biasa kelompok dibawah dan diatas normal ) pengelompokan ini dapat dilihat dari berbagai sudut pandang melihat dari sudut pandang perserta didik, ada perserta didik yang tergolong normal sekolah mereka dapat diterima belajar. Disekolah-sekolah biasa, bagi perserta didik dibawah normal diperlukan pendidikan khusus yang disebut selama ini dengan pendidikan luar biasa ( PLB ). Untuk penyelenggaraan PLB ini diatur denga PP tersendiri ( PP No.72 th 1991 ). Pendidikan untuk perserta yang berada diatas normal belum mendapatkan perhatian khusus. Perserta didik yang tergolong kelompok ini seperti anak jenius dasar ( IQ tinggi ) seyogyanya mendapat perhatian yang sama seperti anak dibawah normal, dan yang ada sekarang baru pada tingkat MTA yang kita kenal dengan “ kelas unggul”.
Analisis Terhadap Inovasi Dalam Sistem Persekolahan Di Indonesia, Adapun Sistem Persekolahan di Indonesia adalah sebagai brikut :
a. SD PAMONG
SD PAMONG singkatan dari pendidikan anak oleh masyarakat, orang tua dan guru. Tujuan Proyek pamong yaitu :
Membantu anak-anak yang tidak sepenuhnya dapat mengikuti pendidikan sekolah atau membentu siswa yang drop out. Membantu anak-anak yang tidak mau terikat oleh tempat dan waktu dalam belajar, oleh karena dapat belajar sambil mengembalakan ternak waktu istirahat dan lain-lain. Mengurangi penggunaan tenaga guru sehingga rasio guru terhadap murid dapat menjadi 1:200 pada SD biasa 1:10 atau 1:50. Meningkatkan pemerataan kesempatan belajar dengan pembiayaan yang sedikit dapat ditampung sebanyak mungkin siswa.
b. SD Kecil
SD kecil realisasi dari Undang-Undang Wajib belanja dan pemerataan pendidikan bagi anak-anak 7-12 tahun, terutama bagi daerah-daerah terpencil. SD kecil mempunyai ciri-ciri yaitu :
Kelas yang ada lebih sedikit dari SD biasa ( tiga kelas ) Jumlah murid lebih kecil ( 20-30 orang ) Jumlah guru lebih sedikit, lebih kecil dari guru SD biasa Pendidikan belajar meliputi belajar sendidri Kurukulum SD kecil sama dengan SD biasa Pelaksanaan SD kecil sudah ada dikalimantan tengah, Kalimantan timur
Murid yang pintar dijadikan tutor untuk mengajar murid-murid yang lain. Sisitem guru pamong System guru kunjung dilaksanakan juga untuk daerah terpencil dimana guru mengunjungi SD induk yang sudah ditetapkan Kurikulum sama dengan SD biasa Dibina oleh guru biasa yang disajikan SD induk, mengunjungi SD yang telah ditetapkan. Jumlah 3 sampai 10 orang System belajar klasikal, kelompok, dan belajar mandiri dengan menggunakan modus.
.


Strategi inovasi pendidikan

1. strategi empiris rasional
2. strategi normative redukatif
3. strategi kebijakan administrative

1. strategi empiris rasional
asumsi dasar startegi ini adalah bahwa manusia mampu menggunakan akal dan akan bertindak dengan cara-cara yang rasional .oleh karma itu, tugas inovasi yang utama adalah mendemonstrasiakan pembaharuan tertentu melalui metode terbai yang sahih/ valid akan lebih memungkinkan pengadaptasianya terhadap reserver.

Asumsi yang mendukung strategi empiris ialaah bahwa riset itu “netral dan objektif”. Cara (model ) riset ilmu sosial ini diambil dari ilmu-ilmu murni. Mode ini menetapkan peneliti seorang observatory.

2. strategi normative reedukatif
dalam hal ini yang menjadi pusat kepentingan adalah persoalan mengenai bagaimana kita memahami permaslahanya. Masalah pembaharuan bukan perkara mengisi sikap, skill, nilai-nilai dan hubungan pembaharuan sikap justru sama perlunya dengan perubahan produk-produk. Menerima system klien berarti mengurangi manipulasi dari luar pembaharuan dibatasi sehingga kekuatan yang bersifat mebgaktifkan didalam sisetn sapat diubah.

Bennis, bennen, dan chin berkomentar tentang hal ini : srategi ini didasarkan atas asumsi bahwa motivasi manusia berbeda dengan staregi –strategi yang mendasari startegi empiris rasional, rasionalitas dan intelegensi manusia tidak dikesampingkan. Pola-pola perbuatan dari pihak individu terhadap norma-norma ini. Norma sosial budaya didukung oleh sikap dan system nilai dari tiap-tiap individu, pemandangan normative yang menyokong komitmen-komitmen mereka.

3. strategi kebijakan administrative
a. menurut bennis dan chi mengatakan :
“pendekatan kebijakan administrative bukanlah penggunaan kekuasaan dalam pengertian pengaruh oleh satu orang atas orang lain atau satu kelompok atas kelompok lain, yang menbedakan kelurga srategi ini dan strategi yang sudah didiskusikan.
b. bennis,benne, dean chin mengetengahkan sub strategi
1). Strategi tanpa kekerasan (non violence strategi)
2).Ginakan nlembaga-lembaga politik untuk mencapai perubahan dalam pendidikan
3). Perubahan melalui rekomendasi dan manipilasi elite-elite kekuasaan

4. strategi gabungan politik adaministratif
dalam pendidikan strategi yang bersifat memaksa telah digunakan untuk beberapa tujuan penggunaan prosedur-prosedur pemilihan, baik untuk para guru maupun untuk para siswa, yang dipandang sebagai satu strategi administrative.