Jumat, 18 Mei 2012

Membuat evaluasi dan skoring


Membuat evaluasi dan skoring
1.       Tentukan size document menjadi 800 pixel dan 600 pixel
2.       Masukkan action script pada frame pertama :
stop();
fscommand(“fullscreen”,true);
var benar=0;
3.Buatlah soal dan jawaban
3.       Buatlah tombol A,B,C,dan D (caranya membuat gambar lingkaran dengan oval tool dan masukkan teks dengan text tool, kemudian atur posisi teks supaya berada di tengah-tengah lingkaran, gunakan Align (buka window-align). Seleksi teks dan gambar lingkaran, klik kanan pada daerah seleksi, pilih convert to symbol, pilih type movie clip.
Buat

4.       Masukkan action script pada masing-masing tombol A,B,C,dan D:
on(release){
     nextFrame();
     }
5.       Buatlah soal nomor 2 sampai nomor 10 dengan cara klik kanan pada frame pilih insert keyFrame ( lakukan dari frame 2 sampai frame 10). Gantilah teks nomor soal, pertanyaan, dan jawaban masing-masing halaman frame.
6.       Masukkan kunci jawaban pada masing-masing soal dengan memberikan action pada salah satu tombol yang dianggap benar: benar++;
Contoh :
On(release){
      nextFrame();
      benar++;
      }
7.       Buatlah satu halaman kosong pada akhir frame (frame 11), klik kanan frame pilih insert blank keyframe.
8.       Buatlah teks type static dan dynamic, kemudian berilah nama variabel pada masing-masing teks type dynamic (contoh: klik kiri masing-masing teks dynamic kemudian buka properties dan beri nama pada var tampilan_benar, var tampilan_salah, var tampilan_skor).
Type dynamic text
Type static text
9.       Berikan action script pada frame terakhir (frame 11):
tampilan_benar = benar;
tampilan_salah=10-benar;
tampilan_skor=(100/10)*benar;
Keterangan:
10 adalah jumlah soal
10.   Tambahkan tombol untuk mengulang mengerjakan evaluasi dengan memberikan action:
on(release){
      gotoAndStop(1);
      }
11.   Lakukan test movie (ctrl+Enter)

MODEL-MODEL ANALISIS DATA KUALITATIF


MODEL-MODEL ANALISIS DATA KUALITATIF
1.Rancangan Penelitian Kualitatif
            Penggunaan rancangan ini harus sesuai dengan fokus penelitian yang hendak dikaji. Rancangan penelitian kualitatif yang paling populer digunakan adalah pendekatan kualitatif presfektif, etnografi, grounded research, fenomenologi, etnnometodologi, interaksi simbolik, analisis wacana ( discourse anlysis ), dramatudi, dan lain - lain
2.Model-Model Analisis Data Kualitatif
a. Analisis data kualitatif yang dikembangkan Srtaus  dan corbin
Untuk menyajikan data agar lebih bermakna dan mudah dipahami, langkah analisis data dapat meminjam proses analisis data kualitatif yang dikembangkan straus dan corbin ( 2003 ).
Ada tiga langkah besar dalam melakukan analisis data kualitatif menurut straus dan corbin :
1.      Open Coding
2.      Axial Coding
3.      Selective Coding
b. analisis data kualitatif yamg dikembangkan Miller dan Huberman
            Pada prinsipnya analisis data kualitatif dilakukan bersamaan dengan proses pengumpulan data. Teknik analisis yangdilakukan mencakup tiga hal yaitu:
1.      Reduksi data
Reduksi data merupakan proses pemilihan, pemusatan perhatian, pengabstraksian dan pentgransformasian data kasar dari lapangan.

2.      Penyajian data
Penyajian data adalah sekumpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan untuk menarik kesimpulan dan pengambilan tindakan.
3.      Menarik kesimpulan ( verifikasi )
Menarik kesimpulan hanyalah sebagian dari satu kegiatan dari konfigurasi yang utuh. Kesimpulan – kesimpulan juga diferifikasi selama penmelitian berlangsung.
c. analisis kualitatif ( analisis domaian, taksonomi, komponen – komponesial ) dari Spradley
            Analisis ini pada prinsipnya tidak berbeda jauh dengan penelitian kualitatif lainnya, yaitu suatu analisis data yang dilakukan bersamaan dengan proses pengumpulan data. Analisis ini pertama kalio dikembangkan oleh Spradley 1997.
Analisis taksonomi digunakan untuk menciptakan suatu taksonomi yang mengikhtisarkan berbagai sebab rendah dan tingginya tindakan informan.
Analisis komponen digunakan untuk mencarai secara sistematis atribut – atribut dan komponen – komponen yang berkaitan dengan sebab – sebab tersebut diatas.
Analisis tema digunakan untuk menemukantema – tema yang muncul selama proses penelitian berlangsung, baik tema – tema yang bersifat eksplisit maupun implisit
d. analisis data kualitatif perspektif fenomenologi yang dikembangkan Bogdan dan Taylor
            Secara aplikatif Bogdan dan Taylor memberi arahan bagaimana penelitian secara fenomelogi dilakukan. Menurut mereka metode penelitian secara fenomenologi meliputi tiga tahap yaitu : tahap pralapangan, tahap di lapangan dan tahap analisis data.
e. analisi fenomenologi yang dikembangkan Moustakas ( Basrowi, 2003 )
            Langkah – langkah analisis data sebagaimana Bogdan dan Tayulor jelaskan diatas, apabila dibandingkan dengan metode analisis yang digunakan Moustakas dalam bukunya yang berjudul Phenomenological Recearch Methods adalah sebagai berikut :
Secara garis besar Moustakas ( 1994 : 84 – 102 ) menyarankan empat langkah yang harus dilakukan dalam penelitian  fenomenologi yaitu : ephoce ( mengurung data – data penting yang diperoleh tanpa mempercayai terlebih dahulu ), redukasi fenomologi, variasi imnajinasi, dan sintesis makna dan esensi.
f. analisis fenomologi yang dikembangkan Berger dan Luckman
Penelitian dengan menggunakan pendekatan phemenology, diharapkan dapat membantu dalam :
1. Pengamtan
2. Imajinasi ( berpikir secara abstrak )
3. Menghayati fenomena lapangan penelitian
            Penggunaan metode fenomenologi membutiuhkan kesungguhan dalam pengamatan, empati, abstraksi dan daya interpretasi melalui verstehen, dengan implikasi metodologi :
1.      Memusatkan perhatian observasi dan kajian pada praktik sosial dari  fenomena yang terjadi.
2.      Menggali lebih dalam berbagai aspek dan struktural  maupun kultural yang ada, dan
3.      Memanfaatkan semaksimal mungkin data triangulasi maupun  investigor triangulasi ( Waters, 1994 )

3.Pengolahan Data Tahap Pascakerja Lapangan
            Proes pengolahan data secara fenomologi, pada dasarnya tidak bisa dpisahkan dengan proses pengamatan partisipan dan wawamcara mendalam di lingkungan subjek.  Menurut Bogdan dan Taylor ( 1993 : 137 ) proses analisis data adalah teknik – teknik yang dapat digunakan untuk memberikan arti kepada beratus – ratus atau bahkan berlibur – libur, lembar catatan lapangan, transkip wawancara dan komentar peniliti. Lebih tepatnmya, analisis data adalah proses yang memerlukan usaha untuk secara formal mengidentifikasi tema – tema dan menyusun hipotesis – hipotesis ( gagasan – gagasan ) yang ditampilkan oleh data, serta upaya untuk menunjukkan bahwa tema dan hipotesis tersebut di dukung oleh data.
Hipotesis yang dimaksud Bogdan dan Taylor adalah pernyataan yang bersifat proposisi, baik yang sederhana maupun yang kopmpleks. Tujuan penyusunan hipotesis dilapangan adalah agar peniliti peka terhadap sikap perilaku di dalam lingkungan penelitian dan sifat interaksi sosial secara umum, sekaligus unmtuk membantu peneliti memahami gejala yang sebelumnya tidak dimengerti.
a.       Memulai Melakukan Analisis
b.      Merncari Tema dan Merumuskan Hipotesis
c.       Bekerja dengan Hipotesis
4.Metode Pengumpulan Data Secara Fenomenologi
Selama dilapangan peneliti memposisikan diri sebagai  human instrument yang tinggal dilapangan. Dalam Prosess pengumuplan hingga analisis data secara fenomenologi terdapat tiga proses reduksi. Yaitu reduksi fenomenologi, reduksi eidetis dan transendetal.
Reduksi memilki tiga segi, yakni meliputi reduksi fenomologis, reduksi eidetis, reduksi transendental yang dalam penggunaannya masing – masing memiliki nilai operasionalk yang berbeda.
1.      Reduksi fenomologis adalah suatu usaha mendeskripsikan pengalaman manusia dan untuk menyatakan suatu perwujudan subjek di dunia.
2.      Reduksi eidetis adalah menenmukan keseluruhan hakiki yang mendasar dan mendalam dari fenomena, yang oleh para fenomenolog disebut eidos.
3.      Reduksi transendental, yaitu langkah reduksi yang berusaha memilah hakikat yang masih bersifat empiris menjadi hakikat yang murni.
b. Penarikan proposisi
            Dalam melakukan analisis data secara fenomologi, Dimyati ( 2001 : 81 ) menyarankan langkah – langkah berikut :
1.      Mengkategorikan antara sebjek penelitian dan informan penelitian
2.      Menguji kejujuran aktor dengan cara menguji keakuratan data dari aktor yang satu dengan yang lainnya.
3.      Mencari norma atau nilai yang melatarbelakangi perilaku serta tujuan aktor dalam  melakuakn  tindakan.
4.      Melakukan reduksi.
Hal – hal yang direduksi meliputi data hasil pengamatan dan data hasil wawancara. Tahapan mereduksi data meliputi langkah – langkah sebagai berikut :
a.       Proses selecting dan focusing
b.      Simplifying
c.       Abstracting
d.      Transforming

5.      Mengelompokkan hal – hal yang serupa menjadi kelompok satu , kelompok dua, kelompok tiga dan seterusnya.
6.      Membuat rumusan proposisi yang terikat dengan prisnip logika, kemudian mengangkatnya sebagai temuan penelitian.
7.      Mengkaji secaraberulang – ulang terhadap data yang ada, pengelompokkan data yang terbentuk, dan proposisi yang telah dirumuskan
8.      Melaporkan hasil penelitian lengkap, dengan temuan baru yang berbeda dari temuan yang sudah ada.
5.Contoh Analisis Kualitatif dengan Metode Spradlay
            Basrowi, 1998, PartisipasI Masyarakat dalam Program Wajib Belajar 9 Tahun.
ANALISIS DOMAIN
 KERTAS KERJA ANALISI DOMAIN


 
Hubungan Semantik   : Salah satu jenis
Bentuk                                    : X adalah salah satu jenis dari Y


 
Istilah Pencakup : Bangunan untuk pelaksanaan pemerintahan desa
Istilah Tercakup : Balai Desa, kantor desa, kantor PKK
Istilah Pencakup : Bangunan sekolah
Istilah Tercakup : Gedung SDN Girondo, gedung SDN Kembang Kuning, Gedung TK

Istilah Pencakup : Mata pencaharian penduduk
Istilah Tercakup : Petani, tukang, pedagang, pegawai negeri

Istilah Pencakup : Kebiasaan Masyarakat
Istilah Tercakup : Merantau, kontrak kerja, memondokkan anaknya ke pondok pesantren

Istilah Pencakup : Alat Komunikasi
Istilah Tercakup : Radio, TV

Istilah Pencakup : Penerangan yang digunakan masyarakat
Istilah Tercakup : Listrik, lampu minyak tanah

Istilah Pencakup : Keahlian masyarakat yang turun temurun
Istilah Tercakup : pertanian, pertukangan
Istilah Pencakup : alat – alat pertanian yang digunakanb masyarakat
Istilah Tercakup : cangkul, wluku, traktor.







 
Hubungan Semantik   : Salah satu kondisi
Bentuk                        : X adalah salah satu kondisi Y
                
Istilah Pencakup : Lingkungan fisik desa
Istilah Tercakup : Kondisi bangunan desa, kondisi bangunan sekolah, kondisi jalan yang menghubungkan antardusun, sarana dan prasarana desa.
Istilah Pencakup Kondisi lingkungan sekolah
Istilah Tercakup : Lingkungan belajar di SD, Lingkungan bermain di SD, Lingkungan belajar di SLTP Terbuka.







 
Hubungan Semantik   : Salah satu tempat dari
Bentuk                        : X adalah salah satu tempat dari Y

Istilah Pencakup : Tempat Pertemuan
Istilah Tercakup : Balai Desa, aula sekolah, kantor PKK
Istilah Pencakup :  Tempat Bermain
Istilah Tercakup : Lapangan desa, halaman sekolah

data kualitatif


Data Kualitatif

A.           Sumber dan Jenis Data
Menurut Lofland (1984: 47) sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata dan tindakan, selebihnya adalah dokumen.
1.             Kata-kata dan Tindakan
Kata-kata dan tindakan orang0orang yang diamati atau diwawancarai merupakan data utama yang dicatat melalui catatan tertulis atau melalui perekaman video/audio tape, foto, atau film.
Pencatatan melalui wawancara merupakan hasil usaha gabungan dari mengamati, mendengar, dan bertanya.
2.             Sumber Tertulis
Sumber tertulis dapat dibagi menjadi sumber buku dan majalah ilmiah, sumber  dari arsip, dokumen pribadi, dan dokumen resmi. Sumber tertulis juga dapat tersedia pula di Lembaga Arsip Nasional, dan dari arsip itu dapat diperoleh informasi tentang lingkaran keluarga subjek yang sedang diteliti.
Sumber tertulis lainnya adalah dokumen pribadi, yang ditulis tentang diri sendiri. Dokumen ini dapat berupa surat, buku harian, anggaran penerimaan dan pengeluaran diri, cerita seseorang tentang keadaan lokal.
Dokumen resmi misalnya laporan rapat, bulletin resmi, buku peraturan dan tata tertib, dan lain-lain.

3.             Foto atau Rekaman Handicam
Foto menghasilkan data deskriptif yang cukup berharga dan sering digunakan untuk menelaah segi-segi subjektif dan hasilnya sering dianalisis secara induktif. Ada dua kategori foto yang dimanfaatkan dalam penelitian kualitatif, yaitu:
a.              Foto yang dihasilkan orang (album foto keluarga, album foto instansi dan sekolah).
b.             Foto yang dihasilkan oleh peneliti sendiri
4.             Data Statistik
Data statistic merupakan sumber data tambahan bagi keperluannya, misalnya dapat membantu member gambaran tentang kecenderungan subjek pada latar penelitian.
Walaupun data statistic dapat membantu peneliti, hendaknya peneliti menyadari bahwa statistic pada umumnya berlandaskan paradigma yang mengutamakan generalisasi sehingga dapat mengurangi makna subjek secara perseorangan dalam segala liku kehidupan.

B.            Peran Manusia sebagai Instrumen Penelitian
Kedudukan peneliti dalam penelitian kualitatif cukup rimut. Peneliti merupakan bagian dari perencanaan, pelaksana pengpulan data, analisis, penafsiran data, dan pada akhirnya menjadi pelapor hasil penelitiannya. Instrument penelitian di sini dimaksudkan sebagai alat mengumpulkan data seperti tes pada penelitian kualitatif. Ada tiga hal yang dibahas, yaitu ciri-ciri umum, kualitas yang harapkan, dan kemungkinan peningkatan manusia sebagai instrument.
1.             Ciri-ciri Umum Manusia sebagai Instrumen.
a.              Responsive. Manusia sebagai instrument rensponsif terhadap lingkungan dan terhadap pribadi yang menciptakan lingkungan. Manusia tidak hanya responsive terhadap tanda-tanda tetapi menyediakan tanda-tanda kepada orang-orang.
b.             Dapat menyesuaikan diri. Manusia sebagai instrument hampir tidak terbatas dapat menyesuaikan diri pada keadaan dan situasi pengumpulan data. Misalnya, ia dapat menilai tingkat karya seni hanya dengan melihat perhiasan dirumah. Jadi, manusia sebagai peneliti dapat melakukan beberapa tugas pengumpulan data sekaligus.
c.              Menekankan keutuhan. Manusia sebagai instrument memanfaatkan imajinasi dan kreatifitasnya dan memandang dunia ini sebagai sesuatu keutuan. Jadi sebagai konteks yang berkesimabungan, mereka memandang dirinya sendiri dan kehidupannya sebagai sesuatu yang riil, dan mempunyai arti.
d.             Mendasarkan diri atas perluasan pengetahuan. Sewaktu peneliti melakukan fungsinya sebagai pengumpul data dengan menggunakan berbagai metode, tentu saja ia dibekali dengan pengetahuan dan latihan-latihan yang diperlukan.
e.              Memproses data secepatnya. Data yang diperolehnya diproses secepatnya, kemudian menyusunnya kembali, mengubah arah inkuiri atas dasar penemuannya, merumuskan hipotesis sewaktu di lapangan, dan mengetes hipotesis pada respondennya.
f.              Memanfaatkan kesempatan untuk mengklarifikasikan dan mengikhtisarkan. Peneliti mempunyai kemampuan untuk menggali lebih dalam, menghaluskan, ataupun menguji dengan silang informasi yang mulanya meragukan baginya. Kemampuan mengikhtisarikan setidaknya bermanfaat untuk, yaitu mengecek kembali keabsahan data yang diperoleh, memperoleh persetujuan dari subjek tentang apa yang dikemukakan sebelumnya, dan memberikan kesempatan kepada subjek untuk dapat mengungkapkan pokok penting tentang apa yang belum tercakup pada yang diikhtisarkan.
g.             Memanfaatkan kesempatan untuk mencari respon yang tidak lazim dan idiosinkratik. Kemampuan peneliti bukan menghindari melainkan mencari dan berusaha menggalinya lebih dalam.
2.             Kualitas Pribadi Peneliti
Hubungan yang memerlukan kualitas pribadi peneliti terutama pada waktu proses wawancara. Kualitas pribadi itu meliputi : toleran, sabar, menunjukkan empati, menjadi pendengar yang baik, manusiawi, bersikap terbuka, jujur, objektif, penampilannya menarik, mencintai pekerjaannya, senang berbicara, dan lain-lain.



3.             Peningkatan Kemampuan Peneliti sebagai Istrumen
Kemampuan peneliti dapat ditingkatkan dengan mencari situasi baru untuk memperoleh pengalaman, kemudian mencatat apa yang terjadi, dan mewawancarai  beberapa orang. Cara lain adalah melatih kemampuan secara khusus dalam situasi buatan, seperti mengadakan wawancara, melakukan pengamatan pada berbagai situasi, melatih cara mendengarkan, dan hal tersebut dilakukan atas bimbingan orang yang berpengalaman.

C.    Catatan Lapangan
1.             Pengrtian dan Kegunaan
Catatan yag di buat di lapangan sangat berbeda dengan catatan lapangan .Catatan itu beripa coretan seperlunya yang sangat di persingkat ,berisi kata  - kata inti, rase, pokok–pokok isi pembicaraan atau pengamatan, mungkin gambar, sketsa, sosiogram, diagram dan lain – lain. Catatan itu berguna sebagai alat pelantara antara yang apa dilhat, didengar, dirasakan serta dicatat dalam bentuk “catatan lapangan “.
Catatan itu di ubah kedalam catatan lengkap dan dinamakan catatan lapangan setelah peneliti tiba dirumah .Catatan lapangan menurut Bogdan dan Biklen (1982:74),adalah catatan yang di tulis tentang apa yang di dengar ,dilihat,dialami,dan di pikirkan dalam rangka pengumpulan data dan refleksi terhadap dat dalam penelitan kualilatif.

2.             Bentuk dan Model
a.              Bentuk Catatan Lapangan
Bentuk pada dasarnya adalah wa’ah catatan lapangan yang terdiri dari halaman depan dan halaman – halaman berikutnya desertai  Petunjuk paragraf dan baris tepi.
Halaman pertama :Pada halaman pertama setiap catatan lapangan diberi judul informasi  yang dijaring ,waktu yang terdiri dari tanggal dan jam dilakukan pengamatan dan waktu menyusun catatan lapangan ,tempat dilaksanakan pengamatanitu,dan diberi nomer urut sebagai bagian dari keseluruhan perangkat catatan lapangan.
Alenia dan batas tepi : Alenia atau paragraf dalam catatan lapangan memegang peranan khusus dalam kaitanya dengan analisa data .Untuk itu setiap kali menuliskan satu pokok  persoalan ,peneliti harus membuat alenia baru.
Batas tepi  kanan catatan  lapangan harus diperlebar dari biasanya karena aka digunakan untuk memberikan kode pada waktu analisis.
Kode tersebut berupa nomor dan judul – judul  tertentu.Atas dasar memberi kode dengan judul – judul tersebut dapat deperikirakan berapa lebarnya bats tepi yang perlu disisakan .

b.             Model Catatan Lapangan
Menurut Schaltman dan Staruss (1973:99-1010,model catatan lapangan, meliputi:
1)             Catatan Pengamatan (CP)
2)             Catatn Teori
3)             Catatan Metodologi

3.             Isi
Pada dasarnya catatanlapanganberisi dua bagian .Pertama bagiiian deskriptif yang berisi gambaran tentang latar pengamatan  oran ,tndakan ,dan pembicaraan .Kedua ,bagian reflektif yang bersikan kerangka berfikir dan pendapat peneliti ,gaasan ,dan kepedulianya (Bogdan dan Biklen,1982:84-89)
a.              Bagian Deskriptif
Bagian inilah yang terpanjang yang berisi semua peristiwa dan pengalaman yang didengar dan dlihat serta dicatat selengkap dan seobjektif mungkin
1)             Gambaran diri subjek
2)             Rekonstruksi dialog
3)             Deskripsi latar fisik
4)             Catatan tentang peristiwa khusus
5)             Gambaran Kegatan
6)             Prilaku  Pengamatan

b.             Bagian Reflektif
Pada bagian ini disediakan tempat khusus yag engambarkan sesuatu yang berkaitan dengan pengamat itu sendiri .Bagian ini berisi spekulasi,perasaan ,masalah,ide sesuatu yang mengarahkan ,kesan dan prasangka.Catatan itu berisi pula sesuatu yang di usulkan untuk dilaksanakan dalam penelitian yang akan datang ,dan juga bearti pembeulan atascatatan dalam lapangan .Tujuan bagian refleksi ialah untuk memperbaiki catatan lapangan dan untuk memperbaiki kemampuan melaksanakan  studi di kemudian hari.

4.             Fase Penulisan dan Pemaketan Catatan Lapangan
Kiranya adaanfaatnya  bagi peneliti jika mempelajari beberapa petunjuk yang diberikan oleh Bogdan dn Biklen (1982:91-92) seperti berikut
a.              Catatan lapangan agar langsung dikerjakan ,jangan menunda sedikitpun .Makin ditunda,makin kecil daya peneliti untuk mengingat sehingga makin sukar mencatat sesuatu secara baik dan tepet.
b.             Jangan berbicara kepada siapapaun sebelum peneliti menyusun catatan lapangan .Membicarakan kepada orang lain akan mencamur adukan fakta yang diperoleh dengan sesuatu dari pembicaraan .
c.              Carilah tempat sepi yang memadai yang tidak terjankau oleh ganguan ,dan siapkan lah deengan secukupnya alat – alat yang  diperlukan
d.             Jika  peneliti untuk pertama kali berada di lapangan dan hendak mengerjakan penelitian semacam itu,sediakan waktu secukupnya untuk keperluan pembuatan catatan lapangan tersebut .Bagi peneliti pemula ,waktu untuk mengerjakan catatan lapangan hendaknya disediakan sebanyak tiga kali lipat dari yang biasa ,dan lama – kelamaan waktunya akan semakin singkat.
e.              Mulailah dengan membuat kerangka ,kemudian kerangka itu di perluas dengan coretan seperlunya ,tetapi kesmuanya harus dirutkan secara kronologis .Setelah gambaran menjadi lengkap ,barulah mengetik .Sepert yang telah dikemukakan ,gunakanlah kata – kta yang konkret,jangan yang abstrak .
f.              Selain secara kronologis ,dapat pula disusun berdasarkan judul – judul pilihan yang baik di antara keduanya terserah kepada peneliti.
g.             Biarkanlah”percakapan”dan “peristiwa” yang dialami mengalir dari dalam penelti kejari – jemari dan seterusnya keatas di atas mesin ketik .
h.             Jika bagian tertentu telah selesai dan ternya peneiti lupa akan sesuatu ,jangan ag untuk menambahkanya .Jika selesai satu catatan lapangan dan juga masih ada yang terlupakan segeralah memasukannya ,tetapi cukup pada bagian belakangnya saja.
i.               Pekerjaan menyusun lapangan merupakan pekerjaan yang memakan waktu dan  tenaga ,malahan sesuatu saat akan menimbulkan kebosanan .sadarilah hal ini dan usahakan mencari jalan dan cara untuk mengatasinya.